Kamis, 9 September 2010 M Kam, 2 Sept 2010 16:10 : Indramayu Siapkan Penembak Jitu di Jalur Alternatif  Kam, 2 Sept 2010 01:37 : Rencana Hari Tani Nasional, Petani & Nelayan Kepung Jakarta  Kam, 2 Sept 2010 01:11 : SBY Sampaikan Sikap Lagi Terhadap Malaysia  Sel, 31 Agt 2010 21:50 : PBNU Desak Pemerintah Harus Tegas Sikapi RI-Malaysia  
CUPLIK IT CENTER
CUPLIK BERITA KEMARIN
» Kepala Desa di
Nasional (Ming/25/07/10)
» Muhammadiyah: Koruptor
Sosial Politik (Sel/06/07/10)
» Muhammadiyah Siap
Sosial Politik (Sel/06/07/10)
» Menelusuri PSK
Daerah (Ming/04/07/10)
» Muktamar Muhammadiyah Dibuka
Sosial Politik (Sab/03/07/10)
» Baru Diperbaiki, Jalan
Daerah (Rab/16/06/10)
» Ketua PBNU Menyuruh
Nasional (Rab/16/06/10)
» Swadaya Masyarakat Sebagai
Daerah (Rab/02/06/10)
» Andi Siap Menempati
Sosial Politik (Sel/25/05/10)
» Ribuan Aksi Buruh
Daerah (Sen/24/05/10)
» Karir Demokrat di
Sosial Politik (Sel/11/05/10)
» KPK: Pemeriksaan Wakil
Sosial Politik (Sen/03/05/10)
» Hari Ini Jakarta
Nasional (Sen/03/05/10)
» PT. Pertamina Tolak
Daerah (Jum/30/04/10)
» Jelang Diperiksa KPK,
Nasional (Rab/28/04/10)
Free Download Artikel
Agama (13)
Ekonomi (3)
Hukum (7)
Iptek (3)
Kajian Islam (7)
Kesehatan (9)
Komputer (3)
Pendidikan (3)
Politik (10)
Seksualitas (3)
Seni & Budaya (5)
Undang-Undang (44)
SURVEY CUPLIKCOM NEWS
Poll



Hari ini tidak ada Voting.



 CuplikCom » Politik » Sosial Politik » Detail News
Muhammadiyah: Koruptor Layak Dihukum Mati
Sosial Politik :: Selasa, 6 Juli 2010 21:35

Posted By Adi Muhammad Failasuf - CuplikCom
Share |
Photo: kampungrison.files.wordpress.com
Cuplik.Com - Bantul - Muktamar ke-46 Muhammadiyah di Bantul, Yogyakarta, menelurkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya usulan adanya pembuktian terbalik bagi para koruptor. Bahkan muncul usulan agar pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara di atas Rp 1 miliar diganjar hukuman mati.

Terdapat tiga tema besar dalam rekomendasi yang dihasilkan dalam sidang komisi Komisi E Muktamar Muhammadiyah. Tiga tema itu adalah tentang keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Dari ketiga tema besar itu, isu kebangsaan adalah yang paling banyak dicermati muktamirin.

Alasan keluarnya rekomendasi ini mengingat korupsi semakin merajalela. Sedangkan pranata hukum belum memberi efek jera kepada para pelaku. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin pernah menyatakan dukungannya menghukum mati para pelaku korupsi.

Sementara dalam isu politik, Muhammadiyah merekomendasikan agar pemerintah mengkaji ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Muhammadiyah mencermati, anggaran pemilukada cukup tinggi dan seringkali tak selaras dengan pemimpin yang dihasilkan.

[lip6/amf].
Share |
 Berita Terkait
Sel/06/07/10 » Muhammadiyah: Koruptor Layak Dihukum Mati
Sel/06/07/10 » Muhammadiyah Siap Menjadi Oposisi Pemerintah
Sab/03/07/10 » Muktamar Muhammadiyah Dibuka SBY
Kam/08/04/10 » Tjahjo Kumolo Sekjend Baru PDIP
Sen/09/11/09 » Jaksa Agung Dapatkan 21 Bukti
Sen/02/11/09 » KPK Mendapat Dukungan Dari Para Kiai NU
Sab/24/10/09 » Kenaikan Gaji Para Kabinet, Sama Dengan Dzalimi Rakyat
Sel/06/10/09 » Tommy: Saya Tak Gentar Hadapi Ical dan Paloh
Sab/26/09/09 » SBY Dititipi JK Untuk Masalah Ambon dan Poso
Sel/14/07/09 » JK: Golkar Tak Ada Munaslub
 Berita Lainnya
» ICW: Pengadilan Sering Lakukan Vonis
Hukum (Ming, 5 Sept 2010 22:53)
» Struktur Otak Manusia dengan
Teknologi (Sab, 4 Sept 2010 23:35)
» Apple Luncurkan Jejaring Sosial Musik
Teknologi (Kam, 2 Sept 2010 21:47)
» Hacker RI Ancam Perlakuan Malaysia
Teknologi (Sel, 31 Agt 2010 16:31)
» Ekspedisi Titanic Temukan Penampakan
Teknologi (Sel, 31 Agt 2010 04:41)
» Tornado Api Setan Muncul
Teknologi (Sen, 30 Agt 2010 20:41)
» Badai Matahari 2013
Teknologi (Sen, 30 Agt 2010 04:47)
» Diaspora, Situs Jejaring Sosial
Teknologi (Sen, 30 Agt 2010 00:29)
» Kemenkominfo Sulit Bendung 400
Teknologi (Ming, 29 Agt 2010 17:27)