"Saya orang yang sangat terpukul karena saya yang mendistribusikan surat-surat itu," ujarnya di hadapan beberapa PAC di kediamananya di Perum Saphir, Kebulen, jatibarang, Indramayu, Sabtu malam (18/3/17). Pertemuan dihadiri oleh sekretaris dan bendahara DPC PDIP Indramayu, H Sirojudin SP, Roni Januri serta beberapa PAC.
Sirojudin menjelaskan, terkait adanya tudingan surat yang memunculkan nama pengganti almarhum Junedi, ia pun memantah.
"Surat nomor 17 berisi tentang pemberitahuan bahwa saudara Junedi meninggal dunia. Surat yang dipertanyakan yakni Nomor 18 ini berisi soal mekanisme PAW, tidak memunculkan nama, yakni tentang permohonan pemberhentian saudara Junedi dari keanggotaan DPRD. Sementara surat nomor 19 tentang komposisi fraksi, surat ini sudah umum di paripurna juga dibahas," jelas Sirojudin.
Ia menambahkan, pihaknya merasa kecolongan, mestinya surat itu bersifat rahasia, namun ia sangat menyayangkan kenapa bisa bocor bahkan sampai dipublish ke media sosial.
"Soal surat kan mestinya klarifikasi dengan saya. Saya sangat sayangkan. Padahal itu sudah melalui rapat," terangnya.
Oleh karenanya, ia saat ini sedang mencari tahu siapa pihak yang membocorkan surat-surat tersebut.
"Saya juga bingung kenapa bisa bocor, kalau tahu orangnya saya bisa tuntut itu," tandasnya.