Mereka melakukan kerja bakti bersama dalam mengatasi tanggul kritis yang ada di Desa Sukagumiwang Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu, pada (15/05/17).
Sebanyak 1.000 orang ikut andil dalam kegiatan sosial tersebut, hal itu diungkapkan Kepala Harian BPBD Indramayu, Edi Kusdiana. Dia mengatakan, tanggul kritis yang ada di DAS Sungai Cimanuk tersebut kondisinya sangat memprihatinkan kini hanya tersisa 0,5 meter dari ukuran normal.
"Das sungainya sudah sangat memprihatinkan hanya tinggal kurang dari satu meter," ujarnya.
Ia menuturkan, jika dibiarkan hal ini akan mengancam pemukiman yang ada di sebelahnya, aplagai kondisi tanggul yang kritis tersebut persis di tikungan alur sungai.
"Kondisi itu mengancam pemukiman," tuturnya.
Edi menerangkan, kerja bhakti dengan melibatkan masyarakat ini sudah dilaksanakan untuk ketiga kalinya di Kabupaten Indramayu yaitu di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kecamatan Bongas, Kecamatan Kandanghaur, dan kini di Kecamatan Sukagumiwang.
"Kegiatan sosial ini dilaksanakan sudah ke tiga kalinya, dan ditempat yang berbeda," terangnya.
Sementara Wakil Bupati Indramayu, Supendi menuturkan, kejadian bencana banjir akibat jebolnya tanggul DAS Cimanuk di Desa Pilangsari Kecamatan Kertasmaya beberapa waktu lalu memberi pelajaran untuk semuanya.
"Kejadian jebolnya tanggul Pilangsari menjadi pelajaran," jelasnya.
Permasalahan yang timbul, kata Wabup bisa diminimalisir melalui program mitigasi, berawal dari keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana.
"Kegiatan yang dilaksanakan sekarang ini merupakan hal yang sangat mendasar bagi kita dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana, terutama pada fase kesiapsiagaan atau mitigasi bencana," ucap Supendi.
Selanjutnya, masih kata Wabup, ia menjelaskan longsoran yang ada di DAS Cimanuk ini sudah sangat mendesak untuk diperbaiki karena kondisinya sangat memprihatinkan.
"Jika dibiarkan ini bisa jebol dan berpotensi terjadi bencana besar di Kabupaten Indramayu. Untuk itu BBWS Cimanuk Cisanggarung harus melakukan langkah cepat dalam melakukan perbaikan tanggul ini," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat berharap ini segera diatasi, jangan sampai bencana datang lagi harus antisipasi.
"Masyarakat sudah kerja bakti untuk menutup tanggul kritis ini," tutupnya.
Sementara itu, Kasie Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan pada BBWS Cimanuk Cisanggarung, Agus Anjatmoko menjelaskan, pihaknya kemungkinan bisa akan melakukan perbaikan pada tahun 2018 mendatang.
"Namun demikian diharapkan bisa terlaksana pada perubahan anggaran 2017 ini karena kondisinya sudah kritis," tandasnya.