Bantuan berupa uang tunai sebesar 3,5 juta per orang diserahkan langsung oleh staff BNP2TKI, Fitroh Anggoro, dengan didampingi oleh Koordinator P4TKI Cirebon, Ismail dan disaksikan oleh Ketua SBMI Indramayu, Juwarih di Kantor Pos Pelayanan Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Cirebon di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No.2, Kedungjaya, Kedawung, Cirebon, Kamis (15/6/17).
Kesembilan orang tersebut bernama Tarsona, Muryanto, Yadi, Rina, Saonah Asal Kabupaten Indramayu, sedangkan Casrudi, Casripin, Jayadi, dan Toto Wijaya TKI asal Kabupaten Cirebon.
Ketua SBMI Indramayu, Juwarih menjelaskan, program bantuan tersebut diberikan berdasarkan pada Peraturan Kepala (Perka) BNP2TKI Nomor 02 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Bantuan Tanggap Darurat bagi TKI Bermasalah.
"Bantuan ini sangat berdasar dan memang menjadi hak para TKI yang bermasalah. Semoga pemerintah tepat sasaran dalam meyalurkannya, jumlah ini masih jauh dari harapan kami, karena kami yang turun di lapangan, sangat banyak sekali para buruh migran yang bermasalah," ujar Juwarih.
Staff BNP2TKI, Fitroh Anggoro dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan kepada para korban, menyampaikan agar bantuan yang diberikan oleh BNP2TKI dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif atau untuk modal usaha.
"Walau nilainya tidak seberapa semoga bisa meringankan penderitaan kawan-kawan, dan jika dikemudian berkeinginan bekerja ke luar negeri lagi mohon dengan jalur sebagai TKI Prosedural," ungkap Fitro.
Salah satu penerima bantuan, Rina, TKW asal Indramayu yang mengaku bekerja di Kuwait selama 8 Tahun tak digaji, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pihak BNP2TKI dan SBMI Indramayu yang sudah peduli membantu permasalahannya.
"Alhamdulillah saya dapat bantuan dari BNP2TKI, tapi saya masih berharap kepada pemerintah agar bisa memperjuangkan gaji saya selama kerja 8 tahun yang belum terbayar," harap Rina.
Senada dengan Rina, Casrudi purna TKI Malaysia asal Kabupaten Cirebon, yang direkrut secara ilegal dan mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang di kakinya, merasa senang setelah menerima bantuan. (Baca: Polisi Indramayu Benarkan Ringkus Dua Pelaku Trafficking TKI Malaysia)
"Dengan adanya bantuan dari BNP2TKI, saya merasa penderitaan saya agak berkurang, dan berharap setelah lebaran nanti perekrut divonis hukuman yang berat agar adanya efek jerah buat para perekrut TKI Ilegal" tandas Casrudi.