Pemilik saung petis, Wahid Wondera mencoba peruntungan usaha didunia kuliner tradisional khas Indramayu.
Ia mengatakan dari hobi memakan-makanan tradisioal dirinya kini mencoba peruntungan didunia usaha kuliner.
"Dari hobi berkuliner, pada tahun lalu, saya mencoba membuka usaha kecil-kecilan di dekat rumah, dengan menyiapkan menu khas daerah yaitu kupat banyu pindang, rujak petis, rumbah petis," ujarnya saat di temui di saung wartisnya di blok bungkul barat Desa Terusan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Kamis (10/08/17).
Selain itu, dia menawarkan makanan dengan cita rasa khas kuliner daerah yang menggoda.
"Dengan sajian serba petis, perlahan-lahan makanan mulai mendapatkan tempat dihati pecinta kuliner lokal," katanya.
Dia menjelaskan dengan makanan tradisional ini berharap juga untuk mengenalkan makanan khas kota mangga agar lebih dikenal masyarakat luas.
"Saya menawarkan menu kuliner lokal untuk mengenalkan makanan khas Indramayu agar dikenal oleh masyarakat luas," papar pria yang akrab disapa Neon kepada cuplikcom.
Ia menuturkan wartis sendiri buka sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Untuk menu yang ditawarkan sendiri yang menjadi trade mark Wartis adalah kupat banyu pindang.
"Dengan komposisi ketupat yang diguyur dengan kuah ikan pindang tongkol, makanan khas Indramayu ini menjadi salah satu alternatif makanan pilihan yang cukup digemari," jelasnya.
Ia memaparkan dengan harga per porsi Rp 10 ribu, penikmat kuliner bisa mendapatkan sensasi rasa yang luar biasa.
"Didalam kuah pindang, terdapat ikan tongkol yang cukup menggoda selera makan. Pelanggan bisa memilih apakah kuahnya pedas ataukah tidak. Bisa disesuaikan dengan selera makan," tutupnya.