"Tidak, tidak (risau). Pertemuan Demokrat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), tidak ke situ (untuk mengantisipasi koalisi segitiga emas). Kedua partai itu, kan sudah lama bekerjasama dengan Demokrat. Kita hanya menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan parpol dan meningkatkan komunikasi antarpartai politik," tandas Andi, saat dihubungi Kompas, Kamis (26/3) sore.
Andi sebelumnya dimintai konfirmasi mengenai hasil pertemuan antara Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di rumah pribadi Presiden di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Kamis pagi. Dalam pertemuan itu, Presiden Yudhoyono didampingi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi utomo dan Andi Mallarangeng.
Koalisi "Segitiga Emas" sebelumnya sempat dilontarkan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, seusai bertemu dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Selain bersama PDI Perjuangan, Suryadharma juga menyebut juga Partai Golkar ikut dalam koalisi tersebut.
Di sela-sela berkampanye di Palembang, pekan lalu, Kalla juga tanpa sengaja bertemu dengan Suryadharma Ali yang juga baru berkampanye di Palembang. Di salah satu ruang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumsel, Kalla mengaku membicarakan kelanjutan pertemuan sebelumnya. Kalla tercatat bertemu dengan Suryadharma Ali dan pengurus PPP lainnya sudah dua kali di kediaman dinas Wapres di jalan Diponegoro dan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta.
Menurut Andi, Rabu (25/3) malam di tempat yang sama, ia juga mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Yudhoyono dan Hadi Utomo bertemu dengan Ketua Umum DP PAN Soetrisno Bachir dan pengurus PAN lainnya.
"Waktu itu, kan, hanya Pak Hadi Utomo yang bertemu dengan Ketua Umum PKB dan PAN. Rabu malam dan tadi, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat baru bisa bertemu dengan mereka. Sekali bertemu dengan Ketua Dewan Pembina membicarakan kerjasama antar parpol dan masa depan kehidupan bangsa, juga membicarakan pemilu yang jujur dan adil," jelasnya. Andi mengaku pertemuan itu tidak membuat kesepakatan-kesepakatan tertulis.