Jum'at, 10 Januari 2025

Mengenal Penerapan Linguistik Forensik Dalam Proses Penegakan Hukum

Mengenal Penerapan Linguistik Forensik Dalam Proses Penegakan Hukum

HUKUM
20 Januari 2020, 08:09 WIB

CuplikCom20012020081045-IMG-20200120-WA0010.jpg

Dede Farhan Aulawi. (Foto: istimewa)

Cuplikcom - Bandung - Istilah linguistik forensik bagi orang awam mungkin termasuk pada kosa kata yang sangat jarang didengar. Begitupun ketika disiplin ilmu tersebut akan diimplementasikan dalam proses penegakan hukum, sebagian orang akan bertanya lagi tentang maksud dan fungsinya.

Padahal ilmu ini sangat penting, karena sangat terkait dengan teknik dan metode pencarian keterangan. Bahkan sebagian ahli mengatakan bahwa hal tersebut akan sangat terkait dengan validitas keterangan yang diperoleh oleh penyidik saat melakukan interogasi.

Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi dalam sebuah forum diskusi di kota Bandung, mengatakan bahwa penguasaan linguistik forensik dalam penegakan hukum itu sangat penting sekali, karena menyangkut penerapan pengetahuan, metode, dan wawasan linguistik pada konteks forensik hukum, bahasa, investigasi kejahatan, persidangan, dan prosedur peradilan.

"Istilah linguistik forensik pertama kali muncul pada tahun 1968 ketika Prof. Jan Svartvik menggunakannya dalam analisis pernyataan Timothy John Evans, dimana ia menemukan  berbagai penanda gaya yang terlibat, dan Evans tidak benar-benar memberikan pernyataan kepada petugas polisi seperti yang telah dinyatakan dalam persidangan. Sejak saat itu, linguistik forensik difokuskan pada pertanyaan validitas interogasi polisi," ujar Dede, Senin 20 Januari 2020.

Ia menjelaskan sementara itu di AS juga ada kasus Ernesto Miranda tahun 1963. Kasusnya mengarah pada penciptaan Hak Miranda dan mendorong fokus linguistik forensik pada pernyataan saksi daripada pernyataan polisi.

"Berbagai kasus muncul yang menantang apakah tersangka benar-benar memahami apa artinya hak-hak mereka - yang mengarah ke perbedaan gaya interogasi koersif versus sukarela," tukasnya.

Secara substantif ada tiga bidang penerapan ilmu linguistik forensik dalam proses penegakan hukum, yaitu (1) memahami bahasa hukum tertulis, (2) memahami penggunaan bahasa dalam proses forensik dan peradilan, dan (3) penyediaan bukti linguistik. Jadi linguistik forensik itu merupakan bidang linguistik terapan yang melibatkan hubungan antara bahasa, hukum, dan kejahatan.

Istilahnya (1) Language as legal instrument, (2) Language as legal process, dan (3) Language as legal evidence.

"Jadi penerapan yang paling banyak pada proses penyidikan dan dalam pengadilan," jelas Dede.

Kemudian mungkin muncul sebuah pertanyaan, kenapa linguistik forensik perlu berperan dalam proses penyidikan dan dalam pengadilan ? 

Jawabannya sebenarnya sederhana saja, yaitu karena kedua proses  hukum tersebut menggunakan bahasa sebagai instrumen untuk menjalankan proses hukum.

Apalagi para pengguna bahasa di dalam proses penyidikan dan persidangan tidak memiliki peran dan kedudukan yang sama, antara satu dengan yang lainnya, misalnya posisi penyidik dengan terperiksa.

Dalam kondisi seperti ini tentu rentan kemungkinan terjadinya praktik penyimpangan. Oleh karena itu, linguistik forensik diperlukan untuk memastikan bahwa proses peradilan (penggunaan bahasa) telah steril dari penyimpangan, serta sesuai dengan kepentingan institusional para aparat penegak hukum.

Jika dilihat dari sisi tugas penyidikan, terutama saat pemeriksaan sebenarnya ada dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu proses verbal van verhoy dan proses verbal van bivinding.

Kedua proses itu sama-sama dilakukan untuk mencari bukti agar dengan bukti itu perkara pidana yang terjadi dapat menjadi terang-benderang dan terungkap siapa pelakunya.

Secara teori, proses verbal van verhoy adalah tindakan yang dilakukan penyidik untuk mencari keterangan melalui pemeriksaan orang-orang yang mendengar, mengetahui, melihat, dan merasakan terjadinya tindak pidana.

Sementara, proses verbal van bivinding adalah upaya yang dilakukan penyidik untuk mendapat keterangan, atau bukti dengan alat-alat tertentu, seperti foto, visum, dan lain-lain.

Pengumpulan bukti secara verbal merupakan pemeriksaan dalam bentuk wawancara atau interview. Pada tahap ini penerapan linguistik forensik sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa pemeriksaan berlangsung adil dan benar.

Jika pemeriksaan tidak berlangsung dengan adil dan benar, maka hal itu bisa menggagalkan dakwaan primer/materil (batal demi hukum) atas perkara yang diduga pidana.

Paradigma lama seringkali mengejar pengakuan dari terperiksa, padahal semestinya tujuan institusional pemeriksaan adalah memperoleh keterangan yang disampaikan secara sukarela dari terperiksa.


Penulis : Winan
Editor : Anan Felicio

Tag :

CURHAT RAKYAT

Kemenparekraf Gandeng Merry Riana Group Tingkatkan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menjalin kerja sama dengan Merry Riana Group dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif. Kolaborasi ini bermula dari kunjungan Menteri Pariwisata dan E

Workshop Gerabah Sitiwinangun Kabupaten Cirebon

Sitiwinangun adalah nama sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Desa ini sudah lama dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah terbesar dan masih bertahan di wilayah Kabupaten Cirebon. Dapat dikatakan kerajinan gerabah Sitiwi

Rilis Lagu Terbaru, Miss Merry Riana Ungkap Fakta

Fakta mengejutkan terungkap dari Miss Merry Riana. Siapa sangka Entrepreneur, Investor dan Content Creator ini menyanyikan sebuah lagu rohani? Berawal di akhir bulan Januari 2023, pada saat itu Produser Impact Music Indonesia, Alberd Tanoni meminta Ms

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Hadir FRENDOT jasa pembuatan stiker, kalender, plakat, cetak ID card dan banyak lainnya lokasi depan RS MM Indramayu
Jasa Foto / Video Wedding dan Prewedding, Live Streaming Indramayu dan sekitarnya, Harga Terjangkau Kualitas Cemerlang. Cuplik Production WA 081312829503
Bakso Goyang Lidah depan Gardu Induk Singajaya, menggoda selera. Kualitas Daging Sapi terjamin.
Ruqyah Islami wilayah Indramayu dan sekitarnya, Hub Ustadz ARI wa 0877-2411-1128
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah