Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara (Cuplikcom/Andrian)
Cuplikcom - Indramayu - Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menerima 9168 Vaksin Sinovac Covid-19 pada tahap pertama, yang nantinya akan diberikan untuk Tenaga Kesehatan (Nakes). Sekitar 4584 nakes akan divaksin pada tahap awal.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara mengatakan, nakes yang sudah terdata nantinya akan dilakukan vaksinasi, dan masing-masing mendapatkan 2 (dua) dosis Vaksin Sinovac Covid-19.
"Sebelum divaksinasi orang tersebut harus melalui proses screening, dari proses screening nanti kita lihat apakah orang ini layak atau tidak mendapatkan vaksinasi," kata Deden, saat mengikuti Kegiatan Simulasi Vaksin di Puskesmas Margadadi, Kabupaten Indramayu, Jumat (8/1/2021).
Setelah selesai divaksin, Lanjut Deden, nakes harus masuk ke ruang observasi atau ruang tunggu selama 30 menit. "Jadi tidak boleh langsung pulang, karena kita ingin melihat apakah ada kejadian inputan pasca imunisasi atau tidak," ujarnya.
"Orang yang sudah divaksinasi akan mendapatkan kartu vaksin, hal itu sebagai tanda bahwa orang tersebut telah selesai dilakukan vaksinasi," tambahnya.
Selain itu, Deden juga menerangkan, kejadian inputan ringan pasca imunisasi kemungkinan yang akan didapatkan adalah memerah pada daerah yang disuntik. Dan sampai gejala beratnya yaitu syok anafilaktik.
"Nah ini yang kita tidak harapkan, atau syok karena alergi, syok anafilaktik bisa terjadi karena memang reaksi vaksin atau memang karena ketakutan secara berlebihan," tuturnya.
Namun untuk menghadapi berbagai kemungkinan pasca vaksinasi, Deden menyampaikan, hal itu sudah dilakukan upaya sosialisasi baik dari tingkat Kementerian, Provinsi, ataupun Kabupaten, bahwa hal-hal yang akan dihadapi pada saat Kejadian Inputan Pasca Imunisasi (KIPI), pihaknya sudah menyiapkan obat-obatan dan tempat rujukan.
"Seperti puskesmas atau ke Rumah Sakit apa bila terjadi KIPI yang berat," tutupnya.