"Itu sudah diprediksi sebelumnya dan sekarang terbukti. Ini sebenarnya sudah tidak mengejutkan karena gerakan ke arah itu sudah ada indikasinya," ujar pengamat intelejen Wawan Purwanto saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Kamis (9/4/2009).
Dua hari belakangan ini di Papua terjadi enam peristiwa anarkistis yang menewaskan sejumlah orang dan mengubah kondisi aman menjadi tegang. Di antaranya ledakan bom di Jayapura, peledakan tangki di Depo Biak, adanya penyerangan kelompok bersenjata di posko perbatasan PNG, pembakaran gedung rektor Universitas Cendrawasih serta sejumlah bus, dan penyerangan Mapolsek Abepura.
"Tapi kita harus tangani insiden ini dalam konteks hukum, jangan sampai terpancing ke ranah luar hukum," ujarnya.
Wawan menilai aksi kelompok bersenjata di Papua itu sudah masuk tindakan subversif atau upaya mengacaukan tahapan demokrasi. "Saya berharap pemerintah mengambil tindakan sesuai prosedur hukum dan tidak dipelintir ke ranah politis. Kita tidak ingin masalah ini dibesar-besarkan," pungkasnya.