Ilustrasi seseorang yang sedang pusing karena sering berekspetasi terlalu tinggi (blibli.com)
Cuplikcom - Indramayu - Sebagai manusia tentu wajar kalau kita menaruh ekspektasi pada sesuatu atau seseorang. Hal ini sudah secara alamiah akan kita lakukan dan kadang memang tidak bisa kita hindari. Namun, kita tentu punya kendali untuk mengontrol setinggi apa ekspektasi kita tersebut. Ekspektasi yang berlebihan pada akhirnya bisa merugikan diri sendiri. Bukannya jadi terwujud, kita malah akan merasakan hal-hal yang tidak diinginkan seperi munculnya kekecewaan.
1. Kamu sering menghabiskan waktu untuk berkhayal soal masa depan
Sementara orang-orang sukses akan memanfaatkan waktu yang merasa miliki dengan sebaik mungkin, kamu yang senang berekspektasi justru lebih sering berkhayal soal masa depan. Entah kenapa, rasa-rasanya waktu yang kamu punya dalam sehari begitu kurang untuk mengerjakan hal ini itu. Jangan-jangan kamu cuma menggunakannya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat.
2. Sadar soal batasan diri, kamu malah selalu berusaha melampauinya
Misalnya, kamu sebenarnya tau bahwa dirimu belum mampu mengerjakan pekerjaan A, namun kamu tetap ngotot dan berharap semua baik-baik saja. Lalu, ketika dikemudian hari kamu gagal, kamu akan menyalahkan orang lain atau siapa saja sebagai penyebab kegagalannya. Padahal, sebenarnya kamu sendiri yang tidak bisa mengendalikan diri dan tidak mau mendalami dulu cara mengatasi pekerjaan tersebut sebelum menerimanya.
3. Kamu juga tidak segan memaksa orang lain untuk menuruti keinginanmu
Berekspetasi juga biasanya kita lakukan ke orang lain. Kita berharap semua orang bisa memenuhi standar kita dan melakukan apa yang kita inginkan. Ujung-ujungnya, kita jadi terkesan memaksa dan egois banget. Padahal, semua orang juga punya kepentingannya masing-masing dan tidak selalu bisa melakukan apa yang kamu ingin mereka lakukan.
4. Rasa kekecewaan akan berlipat-lipat saat mengalami kegagalan
Dampak negatif dari senang berekspektasi berlebihan adalah munculnya kekecewaan berkali-kali lipat lebih parah saat kamu mengalami suatu kegagalan. Sebagai contoh, ketika kamu mengikuti sebuah kompetisi, kamu sudah berharap begitu besar dan bahkan sampai pada tahap sangat yakin bahwa kamu akan menang. Lalu, ketika yang terjadi adalah kamu mengalami kekalahan, kamu akan jadi amat sangat kecewa dan sulit move on dari rasa kecewa tersebut.
5. Bukannya mencoba lagi, kamu justru menyerah saat gagal
Kamu yang senang berekspetasi terlalu tinggi juga biasanya akan mudah menyerah. Karena mengharapkan hasil yang didapat adalah A, namun kemudian pada kenyataannya kamu mendapatkan B, maka kamu akan menyerah saat itu juga tanpa mau mencoba lagi, yang bisa membuang kesempatan emas dengan sia-sia.
Setiap jalan hidup kita sudah ada yang menentukan. Tugas kita hanya melakukan yang terbaik, mengusahakan dengan optimal, lalu berdoa agar semuanya sesuai keinginan kita. Kalaupun tidak, tentu ada hikmah dibalik itu semua yang bisa kita petik. Semoga bermanfaat.