Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad seperti dikutip Reuters, Jumat (10/4/2009), mengatakan pihaknya telah mengembangkan proses daur ulang bahan bakar dan menguji coba mesin pengayaan uranium berteknologi baru.
Ahmadinejad juga mengatakan, Teheran siap bernegosiasi dengan pihak mana pun asal dilandasi dengan sikap saling menghormati dan keadilan.
Dalam pidato sambutan di perayaan Hari Nuklir Nasional, kepala Organisasi Energi Atom Nasional Iran Gholomreza Aghazadeh, mengatakan pihaknya sedang melakukan pengayaan 7.000 sentrifugal nuklir. Pada Februari lalu, Iran mengatakan hanya melakukan pengayaan sebanyak 6.000 sentrifugal.
Analis Barat menuding, Iran telah melebih-lebihkan laporannya terkait nuklir untuk meningkatkan posisi tawar dalam proses negosiasi dengan negara-negara berkuasa dan diplomat PBB.
"Tidak nampak ada perubahan yang dramatis dalam perkembangan program (nuklir) ini, kecuali beberapa tambahan sentrifugal yang telah diletakkan pada posisinya," kata seorang diplomat membandingkan dengan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dirilis Februari lalu.
Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Iran melakukan program pengayaan nuklir untuk kepentingan membuat senjata dan menginginkan pengayaan dihentikan. Iran menolak tuduhan itu dan berargumen, program nuklirnya untuk bertujuan menambah pasokan energi listrik.