Peristiwa peledakan bermula ketika tentara AS dan polisi Iraq menghentikan paksa truk karena sang pengemudi menolak menghentikan kendaraannya di sebuah pos pemeriksaan dekat kantor polisi di barat daya Mosul.
"Truk meledak 50 meter sebelum mencapai sasaran pengeboman, yaitu kantor polisi," ujar Juru Bicara Kementrian Dalam Negeri Iraq Major General Abdul Karim Khalaf seperti dikutip dari Reuters.
Diyakini, truk tersebut memuat lebih dari 1.000 kilogram bahan peledak. Ledakan bom mengakibatkan sebuah lubang besar dan merusak gedung-gedung dalam radius 100 meter dari lokasi ledakan.
Selain korban jiwa, 2 tentara AS dan 20 tentara Iraq dilaporkan terluka dalam peristiwa ini. Sementara polisi Iraq menyatakan ledakan mengakibatkan 70 orang terluka dan merusakan lima kendaraan milik tentara Iraq serta dua kendaraan perang tentara AS.
Serangan ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Iraq untuk mengambil alih pengamanan dinegeri 1001 malam itu apabila tentara AS ditarik. Presiden Barack Obama telah merencanakan menarik pasukan AS di Iraq pada akhir Agustus tahun depan. Secara bertahap pada 2011 semua tentara AS di Iraq akan ditarik semua. Perlu diketahui, sebanyak 4.200 tentara AS dan 10 ribu warga Iraq telah terbunuh sejak invasi AS ke Iraq pada 2003 lalu.