JERUSALEM: Pada Hari Raya Paskah, Minggu (12/4) ini, umat Kristiani banyak berdoa di gereja-gereja kuno atau bernyanyi di taman di luar tembok (dinding) Jerusalem, sebuah kota yang diyakini sebagai tempat Yesus disalibkan dan kemudian bangkit kembali.
Setiap hari raya Paskah, Jerusalem riuh dengan aktivitas keagamaan. Umat Kristen Ortodok yang mempunyai kalender berbeda merayakan Minggu Palma, sementara ribuan penganut Yahudi merayakan Festival Paskah di Dinding Barat.
Sementara itu, umat Katolik Roma menyelenggarakan Misa di Gereja Makam Kudus yang secara tradisional diyakini sebagai tempat di mana Jesu disalibkan, dimakamkan (Jumat Agung), dan bangkit kembali di Minggu Paskah.
Sejumlah biarawan berjubah coklat beriringan masuk gereja sambil membunyikan musik, diikuti oleh pemuka umat yang mengenakan mantel ungu dan salib besar.
Sementara itu, banyak peziarah yang berdatangan ke Kota Suci untuk mengabadikan momen ini dengan video kameranya. Tak jarang yang ditayangkan langsung oleh televisi-televisi di dunia, atau lewat internet.
"Tidak cukup dengan kata-kata untuk mengekspresikan bagaimana ini bisa terjadi di tempat ini," kata Mark Walsh (48), seorang pemilik dealer mobil dari Houston, Texas yang berziarah ke Kota Suci Jerusalem pada perayaan Paskah kali ini.
Dona Hayes (40), seorang pengusaha real estate dari Florida menyatakan, "Ada perasaan istimewa berada di sini ketika semua pihak merayakan hari keagamannya," katanya.
Sekelompok peziarah lain memilih merayakan Paskah di luar dinding Kota Tua ini, tepatnya di halaman makam tua, di mana umat Protestan menguduskannya sebagai situs kehidupan terakhir Yesus.
Kelompok umat Kristen Protestan dari Amerika Serikat, Filipina, dan lain-lain berkumpul di taman ini, berayun-ayun sambil menyanyi sepanjang ibadat dan mendengarkan kotbah Pendeta Wells yang mengepalai Taman Makam Tua ini.
Di hari Minggu pagi, para imam dan pemuka agama Kristen Ortodok dengan jenggotnya dalam jubah hitam membawa daun-daun palma memasuki Gereja Makam Kudus untuk merayakan Minggu Palma. Gereja Makam Kudus itu sendiri dipakai secara bergantian oleh umat Katolik, Kristen Amerika, dan sejumlah sekte kecil.
Minggu Palma merupakan perayaan mengenang keagungan Yesus ketika Sang Juru Selamat itu memasuki Kota Jerusalem, tepat seminggu sebelum Paskah. Minggu palma bagi umat Katolik merupakan awal Pekan Suci yang kemudian memuncak pada perayaan Paskah.
Pada hari Minggu Palma, Yesus dielu-elukan umat Yahudi ketika itu, dan disambut sebagai seorang raja. Akan tetapi para pemuka agama Yahudi kemudian menangkap Dia ketika sedang berdoa di Taman Getzemani setelah sebelumnya Yesus melakukan perjamuan terakhir bersama murid-muridnya (dirayakan sebagai upacara Kamis Putih).
Sejak ditangkap pada Jumat dini hari, Yesus kemudian diadili oleh Imam Agung Kayafas kemudian diserahkan kepada penguasa Romawi, Ponsius Pilatus, sampai akhirnya didera dan dihukum mati di kayu salib. Kisah sengsara, penyaliban, hingga wafat-Nya itulah yang dirayakan umat Katolik sebagai hari Jumat Agung.