Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Cuplikcom/Andrian Supendi)
Cuplikcom - Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jabar menandatangani persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Indramayu Barat resmi menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).
Kabupaten Indramayu Barat berpenduduk sekitar 600 ribuan jiwa dengan calon ibu kota di Kroya. Selain Indramayu Barat, DPRD Jawa Barat juga menyetujui pengajuan Pemekaran Kabupaten Bogor Timur.
Persetujuan bersama tersebut di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (16/4/2021). Penandatanganan dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, disaksikan para pendukung dan presidium CDPOB tersebut.
"Ini menjadi hari bersejarah bagi kami (Pemprov Jabar) menyetujui Bogor Timur dan Indramayu Barat jadi daerah otonom baru. Karena Jabar membutuhkan pemekaran yang proporsional dan adil," kata Ridwan Kamil.
Setelah penandatanganan perluasan daerah baru ini, pihak Pemprov Jabar akan menyerahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Kita kawal perjuangan di pusat karena setelah ini surat kami akan dikirim ke Kemendagri dan Insya Allah jika lancar diajukan ke DPR dan DPD untuk disetujui," kata gubernur yang sering disapa Kang Emil tersebut.
Emil menuturkan, Jabar kini memiliki lima CDPOB. Tiga daerah lain yang sudah diajukan sebelumnya adalah Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Garut Selatan, dan Kabupaten Sukabumi Utara.
"Jadi, masih ada babak final, babak semifinalnya sudah selesai dari kami," tutur Kang Emil.
Sebagai informasi, Kabupaten Indramayu Barat memiliki luas 933 ribu km persegi, terdiri dari 10 kecamatan dan 95 desa. Penduduk Kabupaten Indramayu Barat akan berjumlah sekitar 600 ribu jiwa.
Cakupan wilayah untuk Kabupaten Indramayu Barat di antaranya adalah Kecamatan Haurgeulis, Gantar, Kroya, Gabuswetan, Trisi, Kandanghaur, Bongas, Anjatan, Sukra, dan Patrol.