"Di Jabar ada empat Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Wilayah I Bogor, Wilayah II Purwakarta, Wilayah III Cirebon, dan Wilayah IV Priangan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jabar Deny Juanda, Minggu (12/4).
Deny mengatakan, keterbatasan lahan dan gedung adalah kendala utama perkembangan seni dan budaya di daerah. Penyebabnya adalah minimnya gedung kesenian yang layak. Akibatnya, seniman dan pelaku kesenian kesulitan menampilkan karya.
Selain itu, kegiatan kesenian juga dilakukan sporadis tanpa perencanaan jelas. Ia khawatir hal itu memengaruhi kualitas penampilan kesenian tradisional.
Sebaliknya, masyarakat juga sulit melihat seni tradisi dan karya seni lain. Padahal, seni budaya menjadi salah satu komponen penting bagi pendidikan masyarakat di daerah.
Ia memperkirakan, untuk membangun gedung kesenian yang representatif dibutuhkan 3-4 hektar lahan dengan dana Rp 1 miliar.
Sejauh ini baru dua tempat yang berpeluang besar untuk pembangunan gedung kesenian yang layak, yaitu di Priangan dan Purwakarta. Saat ini prosesnya masih dalam tahap negosiasi pembebasan lahan dan perencanaan pembangunan.
"Setidaknya kegiatan pementasan kesenian tidak selalu harus di Bandung. Pemerataan kesempatan dalam pementasan karya seni juga harus dilakukan," katanya.
Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Herdiwan. Menurut dia, peran Bakorwil harus dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan latar belakang keterbatasan ruang untuk menampilkan karya seni, Bakorwil diharapkan bisa memfasilitasinya. Selain itu, masyarakat dari berbagai daerah di Bakorwil yang sa-ma juga bisa bertukar karya atau mengenal kesenian daerah lain.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada tahun 2009 berencana memulai pembangunan gedung kesenian di tiap kota/kabupaten. Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi bakat kesenian di berbagai daerah di Jabar.
"Jangan sampai semua kegiatan kesenian dari berbagai daerah dilakukan di Bandung. Mungkin kesenian itu bisa dikenal di Bandung, tapi belum tentu diketahui masyarakat di daerah asalnya," kata Gubernur.