Jum'at, 28 Februari 2025

Dinkes Depok Waspada Antisipasi Flu Singapura

Dinkes Depok Waspada Antisipasi Flu Singapura

SOSIAL
17 April 2009, 03:08 WIB
Cuplik.Com - DEPOK - Dinas Kesehatan Kota Depok menyatakan kewaspadaan dini terhadap flu Singapura di enam kecamatan di Depok. Caranya, dengan memanggil seluruh kepala Puskesmas di enam kecamatan tersebut.

Namun begitu, meski telah mewaspadai, Dinas Kesehatan Kota Depok belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) flu Singapura di sana.

"Sebanyak 20 kepala puskesmas telah dipanggil dan diinstruksikan waspada," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiono, Kamis (16/4/2009).

Hardiono mengatakan, status tersebut akan berlangsung sekira 1-2 bulan mendatang atau jika tak ada laporan lagi. Tindakan yang dilakukan Dinkes Kota Depok yakni dengan melakukan penyuluhan melalui kader-kader Posyandu tentang flu Singapura.

Dinas Kesehatan Depok mencatat, kasus semacam ini pernah terjadi pada 2003 silam. Saat itu, dua balita yang menderita penyakit ini tinggal di kawasan perumahan elit Pesona Khayangan. Balita tersebut tinggal di Perumahan Bella Cassa, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok dan mengalami gejala yang sama secara bergiliran.

Namun, faktor penyebab penularan penyakit ini belum terkuak. Dari keterangan beberapa orangtua balita tersebut, mereka seringkali terbang ke luar negeri untuk urusan bisnis. ?"Suami saya bisa sebulan dua kali terbang ke Singapura," ungkap Elhida.

Melihat perkembangan kasus penyakit flu Singapura ini, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Prof Dr Umar Fahmi Achmadi mengimbau masyarakat untuk mengurangi tingkat pemicu stres. Pasalnya, penyakit ini termasuk penyakit infeksi yang menyerang daya tahan tubuh.

Gejalanya, terang Umar, mirip penyakit campak dan akan sembuh dengan sendirinya pada tujuh hingga 10 hari kemudian (self limiting disease).

Penularannya pun bersifat droplet (menular melalui cairan tubuh yang terikut dengan udara yang kita keluarkan). Biasanya, virus flu Singapura seringkali bermutasi saat musim peralihan (pancaroba) dan siklusnya satu hingga dua bulan.

"Penyakit ini termasuk new emerging disease (penyakit infeksi baru) yang virusnya belum pernah diisolasi," terangnya.

Sehingga pola penyebaran virus belum diketahui secara spesifik. Prof Umar menyebutkan beberapa faktor penyebab yang membuat virus mudah bermutasi. Di antaranya perubahan lingkungan (cuaca, musim, dan suhu), kepadatan penduduk yang terlampau tinggi, serta mobilitas manusia yang tinggi.

Penulis : Dewo
Editor : Dewo

Tag :

CURHAT RAKYAT

Ikan gurame terbesar sedunia di Bandung

Ikan gurame ini saya pelihara dari seukuran silet hingga besar seperti ini dalam waktu 5 tahun. Ikan gurame ini jenis bastar & berkelamin betina.

Kemenparekraf Gandeng Merry Riana Group Tingkatkan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menjalin kerja sama dengan Merry Riana Group dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif. Kolaborasi ini bermula dari kunjungan Menteri Pariwisata dan E

Rilis Lagu Terbaru, Miss Merry Riana Ungkap Fakta

Fakta mengejutkan terungkap dari Miss Merry Riana. Siapa sangka Entrepreneur, Investor dan Content Creator ini menyanyikan sebuah lagu rohani? Berawal di akhir bulan Januari 2023, pada saat itu Produser Impact Music Indonesia, Alberd Tanoni meminta Ms

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Ruqyah Islami wilayah Indramayu dan sekitarnya, Hub Ustadz ARI wa 0877-2411-1128
Hadir FRENDOT jasa pembuatan stiker, kalender, plakat, cetak ID card dan banyak lainnya lokasi depan RS MM Indramayu
Jasa Foto / Video Wedding dan Prewedding, Live Streaming Indramayu dan sekitarnya, Harga Terjangkau Kualitas Cemerlang. Cuplik Production WA 081312829503
Bakso Goyang Lidah depan Gardu Induk Singajaya, menggoda selera. Kualitas Daging Sapi terjamin.
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah