Hingga kini, Partai Golkar belum pernah mengubur opsi membentuk poros baru atau bergabung dengan poros yang sudah ada di luar berkoalisi dengan Partai Demokrat. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menjawab pers, seusai menghadiri rapat DPP Partai Golkar di kediaman dinas Wapres M Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (20/4) malam.
Dalam acara itu, hadir sejumlah fungsionaris DPP Partai Golkar dan sejumlah staf khusus Wapres Kalla di antaranya Alwi Hamu dan Mohammad Abduh. Tidak ada satupun fungsionaris Partai Golkar yang mau memberikan penjelasan, kecuali Priyo Budi Santoso. "Golkar sangat menghormati apa yang disampaikan Presiden Yudhoyono. Bahkan, Golkar setuju 100 persen dengan kriteria tersebut. Hanya, koalisi bisa dibentuk jika ada saling hormat menghormati, seiya sekata dan tidak saling memaksakan. Koalisi itu tidak boleh bertepuk sebelah tangan," tandas Priyo Budi Santoso.
Menurut Priyo, hingga saat ini Golkar belum menghapus semua opsi yang memungkinkan bagi Partai Golkar. "Apakah membentuk poros baru atau bergabung dengan poros yang ada di luar mengajukan cawapres. Itu, kami lakukan demi kepentingan bangsa yang lebih besar sekarang ini," tambah Priyo.
Selama ini, lanjut Priyo, Golkar memang sudah berkoalisi dengan Partai Demokrat. Namun, koalisi tidak boleh dibuat bertepuk sebelah tangan. "Saatnya, Partai Golkar akan menyampaikan hal itu sebelum atau setelah tanggal 23 April mendatang. Meskipun Partai Golkar merasa nyaman bersama Partai Demokrat, namun delegasi Partai Golkar akan meyampaikan pandangan kepada Partai Demokrat," jelas Priyo.
Tentang pertemuan antara Kalla dengan Yudhoyono di Kantor Presiden, Senin sore tadi, Priyo mengaku hal itu tidak dibahas dalam pertemuan di rumah dinas Kalla.