Rata-rata nilai tukar rupiah turun sekitar 30 persen dibandingkan dengan mata uang asing lainnya. Padahal sebagian besar produk mobil di Indonesia adalah barang impor.
Manajer Pemasaran Kendaraan Roda Empat PT Indomobil Niaga Internasional Bebin Djuana mengatakan, turunnya nilai tukar rupiah secara otomatis menaikkan harga jual mobil sekitar 20 persen hingga 25 persen.
Harga beli mobil memang tinggi karena sebagian besar bahan baku harus diimpor. Dengan kenaikan harga mobil, sebagian masyarakat menunda keinginan mereka dan mengutamakan pemenuhan kebutuhan lain yang lebih mendesak. Mobil adalah kebutuhan kesekian, ucapnya Senin (20/4) di Surabaya.
Total penjualan mobil Suzuki selama tahun 2008 mencapai 74.084 unit. Tahun ini, penjualan diprediksi turun hingga kisaran 55.000 sampai 56.000 unit mobil.
Pasar mobil sekitar bulan Januari hingga Maret 2009 sepertinya ramai. Namun itu bukan gambaran sebenarnya karena merupakan penjualan produk tahun 2008. Selepas bulan April, harga real mobil baru akan tampak dan bisa dicermati, jelas Bebin.
Minim kandungan lokal
Bebin mencontohkan, untuk mobil tipe SUV keluaran terbaru Suzuki, yaitu Grand Vitara 2.4, sebagian besar bahan baku harus diimpor. Kandungan lokal dalam produk ini hanya berkisar lima persen.
"Kita tak bisa memungkiri, kandungan lokal beberapa produk mobil yang beredar di Indonesia minim. Tak heran, harga mobil tinggi karena nilai tukar mata uang kita lemah," tutur Bebin.
Menyikapi situasi ini, PT Suzuki Indomobil Sale s menurunkan target penjualan untuk mobil baru tipe SUV Suzuki Grand Vitara 2.4. Tahun lalu, generasi sebelumnya yaitu Grand Vitara 2.0 berhasil terjual 5.800 unit, namun tahun ini penjualan generasi baru Grand Vitara, yaitu Grand Vitara 2.4 hanya dipatok 3.000 unit secara nasional untuk empat jenis pilihan varian.
Suzuki Grand vitara 2.4 merupakan hasil pengembangan teknologi Grand Vitara sebelumnya. Perubahan tersebut meliputi bagian, eksterior, interior, performa mesin, hingga sisi kenyamanan dan keamanan.
Mesin baru Grand Vitara 2.4 berkekuatan 166 tenaga kuda. Meskipun memiliki CC yang lebih besar, yaitu 2.400 CC, namun lebih hemat dibanding generasi sebelumnya, jelas Bebin.
Turun 12 persen
Di Jawa Timur, pangsa pasar mobil Suzuki mencapai 11,2 per sen dengan total penjualan selama tahun 2008 sebanyak 6.419 unit mobil. Dengan situasi perekonomian saat ini, diprediksi penurunan penjualan mobil di Jawa Timur mencapai 12 persen, kata General Manajer PT United Motors Centre wilayah Jawa Timur Prabowo Liegangsaputro.
Meski demikian, Prabowo tetap optimistis pasar mobil di Jawa Timur potensial. Hal ini dilihat dari munculnya animo pemesanan mobil terbaru Grand Vitara 2.4 hingga 40 unit. Padahal, saat ini baru tersedia persediaan mobil ini sekitar 20 unit di wilayah Jawa Timur.
Untuk Suzuki Grand Vitara 2.0 manual, PT United Motors centre wilayah Jawa Timur mematok harga Rp 270,5 juta per unit dan tipe otomatik Rp 290,5 juta per unit. Sedangkan harga Suzuki Grand Vitara 2.4 manual sebesar Rp 303,5 juta per unit dan tipe otomatik Rp 314,5 juta per unit.