Lokasi penemuan berada sekitar 100 meter dari Bengawan Solo dengan kedalaman galian sekitar 20 sentimeter. Lokasi tersebut juga berada sekitar 15 meter dari fosil gading gajah purba yang ditemukan seorang warga sekitar tahun 2000.
Semula mereka mengira fosil tersebut batu sehingga sempat merusak ujung gading dengan cangkul. Kondisi tersebut mengakibatkan panjang gading yang semula 150 sentimeter berkurang menjadi 120 sentimeter.
Fosil gading sempat ditawar pencari benda- benda purba dan kuno dari luar Blora seharga Rp 5 juta akan tetapi ditolak. Para penemu lebih berniat menyerahkan temuan tersebut ke Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora.
Di Dukuh Medalem yang terletak di tepi Bengawan Solo tersebut kerap ditemukan fosil-fosil binatang purba, seperti gading, tanduk, tempurung kura-kura, dan tengkorak buaya. Sebagian kecil temuan tersebut berhasil diselamatkan, sedangkan sebagian besar lagi rusak secara tidak sengaja atau dijual penemu.
Secara terpisah, Kepala Seksi Kesenian dan Nilai Budaya Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Suntoyo mengatakan bahwa lokasi temuan merupakan endapan Bengawan Solo purba. Daerah tersebut merupakan kawasan lindung cagar budaya yang rencananya akan menjadi salah satu kawasan studi purba di Kabupaten Blora. "Saya sudah meminta tokoh masyarakat setempat mengamankan fosil tersebut sehingga tidak dibeli pemburu benda-benda purba", katanya.