Jum'at, 28 Februari 2025

Siswa Tertangkap "Nyontek"!

Siswa Tertangkap "Nyontek"!

SOSIAL
22 April 2009, 02:27 WIB
Cuplik.Com - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone, Sulawesi Selatan, mengamankan tiga siswa dan dua siswi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone. Siswa-siswi itu, Senin (20/4) kedapatan memiliki kunci jawaban saat mengikuti ujian nasional.

Kelima murid yang diamankan tersebut masing-masing adalah Nh, Ast, Ahm, Nur, dan Suw. Hingga saat ini, kelimanya masih dimintai keterangan oleh penyidik di Markas Polres Bone. Polisi yang berjaga di sekolah yang letaknya di Jl Sukawati tersebut awalnya mengamankan Nh saat berlangsung ujian Bahasa Indonesia di ruangan IV.

Pada saat ujian selanjutnya, polisi kembali mengamankan Ahm dan Ast, yang masing-masing berada di ruangan 12 dan ruangan 8. Polisi juga mengamankan ponsel Nokia 6080 dari tangan Ahm yang berisi kunci jawaban.

Berdasarkan pengembangan Ahm dan Ast, polisi kembali mengamankan dua siswa lainnya, yaitu Nur dan Suw. Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga lembar kertas yang diduga berisi kunci jawaban.

Siswa peserta UN di MAN 1 Watampone sebanyak 346 siswa plus 32 orang dari salah satu pesantren di Bone.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusuf LH mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. Saat ini, kelima siswa masih berstatus sebagai saksi.

"Soal UN kan termasuk rahasia negara jadi tidak bisa dibocorkan. Tapi ini masih dugaan, apa benar kunci jawaban tersebut sesuai dengan kunci jawaban UN. Ini perlu penelusuran lebih lanjut," katanya.

Kepala Sekolah MAN 1 Watampone Nawawi Rasyid, yang ditemui wartawan, menyesalkan kejadian tersebut dan menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. "Dari tahun ke tahun, ada saja kunci jawaban siluman," katanya.

Tahun 2008, sebanyak 23 siswa di sekolah tersebut dinyatakan tidak lulus UN.

Nama Ria

Salah seorang siswa MAN 1 Watampone yang diamankan polisi karena kedapatan membawa kunci jawaban saat UN berlangsung, Ahm, saat dimintai keterangan oleh petugas, menyebut salah satu nama, yaitu Ria, sebagai tempat kunci jawaban itu diperolehnya.

Namun, siapa dan apa pekerjaan Ria, hal itu masih diselidiki oleh polisi. "Yang jelas baru itu disebut, nantilah perkembangannya lagi," kata salah seorang sumber.

Saat ini, penyidik Polres Bone masih terus memintai keterangan kelima siswa MAN 1 tersebut secara bergiliran. Kasus ini juga telah diketahui oleh Kapolres Bone AKBP Zarialdi.

Kasat Intel Polres Bone AKP Risal, yang anggotanya turun langsung ke lapangan, mengatakan, pihaknya sengaja memperketat penjagaan UN agar tidak terjadi kecurangan.

Soppeng

Sementara itu, di Soppeng, sebanyak 14 siswa dilaporkan tidak mengikuti UN hari pertama, Senin. Peserta UN sebanyak 1.980 orang yang disebar di 20 sekolah pelaksana UN. Pelaksanaan UN hari pertama itu dipantau langsung oleh Bupati Soppeng A Soetomo, didampingi para pejabat muspida dan pejabat setempat.

Berdasarkan hasil pantauan di lima SMA di Kecamatan Lalabata, beberapa siswa tampak tidak mengikuti UN. Di SMU I, misalnya, terdaftar 231 siswa, tetapi yang ikut hanya 230 siswa. Sementara itu, di MAN 1, yang terdaftar 128, tetapi yang hadir 124 siswa.

Di SMKN 1 Watangsoppeng, dari 68 siswa yang terdaftar, hanya 65 orang yang mengikuti UN. Di SMUN 3, dari 121 siswa UN, hanya 119 siswa yang mengikuti. Hal itu juga terjadi di SMAN 2 Watansoppeng, dengan jumlah peserta terdaftar sebanyak 214 dan termasuk di dalamnya peserta dari MA, hanya dihadiri oleh 210 siswa. Sebanyak empat peserta dinyatakan tidak hadir.

Soal Difotokopi
Di MAN 2 Sinjai Utara bahkan ditemukan lembaran soal yang tidak cukup sehingga panitia setempat menggandakan soal dengan cara memfotokopi.

"Ditemukan kekurangan soal Bahasa Indonesia sebanyak dua lembar, olehnya kami menunjuk panitia untuk menggandakan soal tersebut dengan kawalan petugas kepolisian setempat dan segera membagikan kepada siswa bersangkutan," terang Kepala Sekolah Muh Danial, dikutip dari www.sinjai.go.id.

Salah seorang peserta ujian, Hasrianggi Ikbal (19), menuturkan, pelaksanaan ujian kali ini sangat ketat.

"Yang mengawasi kami adalah bukan dari sekolah tempat kami, melainkan dari sekolah lain. Belum lagi, setiap peserta diberikan soal yang berbeda kodenya sehingga mereka yang berdampingan sudah barang tentu tidak dapat mencontek karena soal yang diberikan berbeda," tutur salah satu siswi SMK 1 Sinjai Utara.

Penulis :
Editor :

Tag :

CURHAT RAKYAT

Kemenparekraf Gandeng Merry Riana Group Tingkatkan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menjalin kerja sama dengan Merry Riana Group dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif. Kolaborasi ini bermula dari kunjungan Menteri Pariwisata dan E

Workshop Gerabah Sitiwinangun Kabupaten Cirebon

Sitiwinangun adalah nama sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Desa ini sudah lama dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah terbesar dan masih bertahan di wilayah Kabupaten Cirebon. Dapat dikatakan kerajinan gerabah Sitiwi

Rilis Lagu Terbaru, Miss Merry Riana Ungkap Fakta

Fakta mengejutkan terungkap dari Miss Merry Riana. Siapa sangka Entrepreneur, Investor dan Content Creator ini menyanyikan sebuah lagu rohani? Berawal di akhir bulan Januari 2023, pada saat itu Produser Impact Music Indonesia, Alberd Tanoni meminta Ms

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Jasa Foto / Video Wedding dan Prewedding, Live Streaming Indramayu dan sekitarnya, Harga Terjangkau Kualitas Cemerlang. Cuplik Production WA 081312829503
Hadir FRENDOT jasa pembuatan stiker, kalender, plakat, cetak ID card dan banyak lainnya lokasi depan RS MM Indramayu
Bakso Goyang Lidah depan Gardu Induk Singajaya, menggoda selera. Kualitas Daging Sapi terjamin.
Ruqyah Islami wilayah Indramayu dan sekitarnya, Hub Ustadz ARI wa 0877-2411-1128
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah