Berdasarkan laporan reporter SCTV, Kamis (23/4), Suster Carola dan beberapa staf guru lainnya sengaja membeberkan kasus ini ke media karena kesal dengan prilaku Leonardus Bele yang nekad membagikan kunci jawaban. Tak hanya membeberkan, Suster Carola beserta para staf juga memutuskan berhenti mengawas dan kembali ke sekolah asal mereka mengajar.
Menurut pengakuan Suster Carola, awalnya ujian Bahasa Indonesia yang tengah diawasinya berjalan lancar. Namun, suasana kelas mulai gaduh saat memasuki bidang ujian Sosiologi, Antropologi, dan Biologi. Rupa-rupanya Leonardus sedang membagikan kunci jawaban kepada para siswanya. Hal tersebut terulang pada hari kedua, tepatnya pada jam ujian Bahasa Inggris. Suster sudah secara tegas menolak upaya kepala sekolah namun tidak digubris.
Saat masalah tersebut dikonfirmasi, Leonardus langsung membantah tuduhan itu. Menurutnya, pelaksanaan ujian nasional berjalan dengan lancar. Dugaan sementara, jika tudingan Suster Carola benar, maka niat meluluskan siswa berdasarkan standar 5,50 dapat menjadi pemicunya. Bisa jadi, kepala sekolah tidak siap menghadapi kemungkinan gagalnya para siswa dalam menempuh ujian nasional.