(Zulhalim (Cuplik-com))
cuplikcom -Tanggamus–Keluhan masyarakat terhadap kualitas air PDAM Way Agung Tanggamus terus mencuat, terutama saat musim penghujan. Air yang didistribusikan sering kali keruh dan kotor, sementara pengelolaan air dianggap belum memenuhi standar yang memadai (.21/1/2025)
Direktur PDAM Way Agung Tanggamus, Jonson M.B Nahor, menjelaskan bahwa sistem distribusi air di PDAM ini menggunakan sistem gravitasi. Menurutnya, sejak awal berdiri, PDAM hanya mengandalkan sodetan di hulu tanpa infrastruktur pengolahan air yang memadai.
“PDAM di Tanggamus ini satu-satunya di Lampung yang pakai sistem gravitasi. Dulu survei awal menganggap air di hulu jernih dan layak konsumsi, jadi hanya dibuat sodetan dan bak penampungan. Tapi sekarang, bak penampungan itu tidak efektif lagi. Saat hujan, air limpasan dari gunung masuk ke bak karena hulu terbuka,” ujar Jonson.
Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan dari konsumen terkait dampak kesehatan akibat mengonsumsi air tersebut, secara berkala PDAM melakukan uji laboratorium dengan hasil layak. Namun, PDAM mengakui perlunya peningkatan fasilitas agar layanan lebih baik.
Jonson menuturkan, pihaknya telah berulang kali mengusulkan pembangunan instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) kepada Pemerintah Daerah, namun belum terealisasi.
“Kami hanya operator yang bertugas mendistribusikan air. Berkali-kali kami mengajukan permohonan WTP lengkap, tapi mungkin keuangan daerah sedang defisit. Ke depan, saya akan temui PJ Bupati untuk mencari solusinya,” imbuhnya.