cuplik.cpm - BOGOR, Sri Sultan Hamengku Buwono X masih menunggu keputusan Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) Partai Golkar pada April 2009 yang mengagendakan penetapan calon presiden (Capres) Golkar.
"Sekarang belum waktunya bicara soal Capres, nanti saja setelah April," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menghadiri ulang tahun ke-31 Rukun Kawanuwa Bogor (RKB) di Bogor, Minggu.
Ditanya bagaimana tanggapannya soal ultimatum dari Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang meminta Sultan untuk tetap di Partai Golkar atau menyeberang ke PDI Perjuangan, Sultan hanya tersenyum.
"Ya tanyakan saja pada Jusuf Kallam," katanya.
Menurut Sultan, Jusuf Kalla tidak pernah memberikan teguran pada dirinya. Yang berkomentar justru kader Partai Golkar lainnya.
Sultan tidak bersedia berkomentar banyak seputar langkah politiknya terkait wacana Capres atau Cawapres, meskipun sebelumnya pernah menyatakan akan tampil sebagai Capres pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden tahun 2009.
Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar ini juga disebut-sebut akan mendampingi Megawati Soekarnoputri, sebagai Cawapres dari PDI Perjuangan.
Sehubungan dengan langkah politiknya tersebut, banyak tanggapan dari fungsionaris partai Golkar, termasuk tanggapan paling ekstrim yang menyatakan kader partai Golkar yang dicalonkan partai lain bisa dikenai sanksi pemecatan.
"Sampai sekarang saya masih kader Partai Golkar," kata Sultan.