(Cuplikcom/MRIKOINDRIANTO)
Cuplikcom - JAKARTA – SMART 171 menggelar audiensi dengan Badan Kerja SamaAntar-Parlemen (BKSAP) DPR-RI pada Kamis (27/2) untuk membahas pentingnya peran negara dalam memastikan pemberitaan yang adil dan akurat tentang Palestina dimedia arus utama Indonesia. Dalam pertemuan tersebut,
SMART 171 menyoroti hasil riset Dr. Maimon Herawati, yang menganalisis 2.300 berita terkait Palestina di media Indonesia. Hasil riset ini menemukan bahwa 7 dari 10 media arus utama di Indonesia masih belum menarasikan isu Palestina dengan benar, baik dalam pemilihan istilah, pemilihan narasumber, maupun framing berita yang digunakan.
Ketua BKSAP DPR RI, Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng. menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina bukan sekadar isu internasional, tetapi juga bagian dari amanat konstitusi Indonesia yang secara jelas menentang penjajahan dalam bentuk apa pun. Namun, mendengar paparan tentang realitas pemberitaan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian media masih terpengaruh oleh narasi Barat yang cenderung bias terhadap Palestina, membuatnya terkejut.
“Kami prihatin dengan fakta bahwa masih banyak media di Indonesia yang menggunakan istilah-istilah keliru dalam pemberitaan Palestina, atau bahkan mengutip narasumber yang memiliki pandangan bias. Ini adalah masalah serius karena media memiliki pengaruh besar terhadap opini publik,” ujar Mardani.
Sebagai langkah konkret, SMART 171 bersama BKSAP DPR RI sepakat untuk menggelar Media Gathering, sebuah forum khusus yang akan menghadirkan jurnalis, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas media dalam memberitakan Palestina secara lebih objektif dan sesuai dengan standar jurnalisme yang berpegang pada kebenaran.
Media Gathering yang dirancang bersama BKSAP ini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran media Indonesia sebagai garda terdepan dalam membela Palestina. Dengan adanya panduan yang lebih jelas dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pemberitaan tentang Palestina di Indonesia semakin berimbang, akurat, dan tidak lagi terjebak dalam propaganda yang menyudutkan perjuangan rakyat Palestina.