Karena itu, Walikota Jakarta Barat Djoko Ramadhan mendesak Pemrov DKI agar RPH babi yang berada di wilayahnya segera dipindahkan lantaran penolakan warga yang semakin banyak ketika flu babi yang semakin menjamur.
"90 persen warga yang berada disana adalah Muslim. Mereka sudah lama melakukan penolakan," ujarnya, Selasa (5/5/2009).
Tuntutan ini semakin menguat karena saluran pembuangan limbah yang tidak memenuhi standar dan membahayakan kesehatan warga sekitar. Seharusnya, tambah mantan Bupati Kepulauan Seribu ini, wilayah Jakarta sebagai kota metropolitan tidak boleh ada rumah pemotongan hewan, melainkan pasokan daging potongnya saja yang boleh masuk ke wilayahnya.
"RPH di Kapuk berada dipermukiman. Padahal seharusnya tidak boleh ada RPH dekat pemukiman penduduk," imbuhnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto sendiri mewacanakan RPH Kapuk akan dipindahkan ke Ciangir, Tangerang, Banten.