Baru sebulan jadian, kita merasa si dia mulai berubah. Dulu, pacar selalu menggandeng mesra tangan kita saat jalan bareng. Sekarang boro-boro, tuh! Sebagai gantinya, dia lebih suka menarik tangan kita supaya mengikutinya dari belakang. Memilih kegiatan maupun lokasi kencan pun dia nggak minta pendapat kita lagi.
Waspada!
Saat hubungan nggak lagi nyaman, sebenarnya kita ngeh, kok, ada sesuatu yang salah. Tapi biasanya, kita sok menenangkan diri sendiri bahwa mungkin... kitanya aja yang terlalu sensitif atau berlebihan.
Dengan menganggap situasi baik-baik saja dan menerima perlakukan pacar, akhirnya kita malah berkorban perasaan. Padahal, sih, kalau kita mau protes bisa jadi si dia juga baru nyadar bahwa sikapnya nggak asyik selama ini. Sebaliknya, jika dibiarkan, jangan heran kalau tingkahnya makin menjadi-jadi!
2. Penuh Kritik dan Merendahkan
Idealnya, pacar adalah orang terdekat yang siap mengkritik tindakan negatif supaya kita nggak mengulanginya lagi. Belakangan, si dia juga getol mengomentari pilihan musik, penampilan, hingga mencela teman-teman akrab kita. Padahal kita merasa nggak ada yang salah, kok.
Waspada!
Kalau kritik membangun, sih, kita pasti dengan senang hati menerima. Tapi kalau si dia sok memuji lalu 'menjatuhkan', sudah pasti nggak sehat, tuh! Kalau tidak terima, kenapa kita nggak membalasnya dengan nada bercanda. Misalnya, saat dia mencela geng kita, bilang aja, "Ah, biar mereka nggak keren yang penting selalu mendukung hubungan kita." Kalau kita terlihat nggak mau kalah, biasanya pacar bakal mulai mengerem mulutnya, kok.