"Jelas sekali polisi itu digunakan oleh kekuasaan yang makin panik. Seseorang itu ditahan kalau tidak kooperatif, tapi kami sangat kooperatif selama ini," ujar Rizal di Rumah Perubahan, Jl Panglima Polim, Jakarta, Selasa (10/2).
Selain itu, sambungnya, kalau tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, barulah bisa ditahan. "Tapi itu kan tidak terjadi sama saya. Lagipula itu kalau memang kasusnya benar. Ini kan kelihatan sekali sangat mengada-adanya," cetusnya.
Rizal juga tidak merasa yakin kalau Polri akan menahannya bulan ini. Sebab, Badrodin sejak tahun lalu selalu mengatakan akan menangkapnya, tapi itu tidak terjadi. "Biasanya pernyataan itu keluar kalau kita makin aktif kampanye. Kan kelihatan sekali polisi jadi alat kekuasaan," ujarnya.
Menurut Ketua Komite Bangkit Indonesia ini, Badrodin tidak seharusnya mengatakan akan menangkap dirinya. "Karena yang harusnya difokuskan oleh dia adalah menangani kejahatan antarnegara seperti money laundering, terorisme dan lainnya. Tapi ini malah bolak-balik mau nangkap Rizal Ramli," pungkasnya.