Apabila ada yang menyatakan ia keluar dari Golkar dengan cara menerima undangan dari PDIP, menurut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu, hanyalah dari orang-orang yang yang tidak memiliki dasar.
“Kalau saya hadir di Rapimnas PDIP, itu kan wajar saja. Itu kan hanya prasangka.
Kenyataannya nggak,” ucapnya, saat acara peluncuran situs resminya, di Jakarta, Selasa (10/2).
Walaupun ia mengajukan diri sebagai capres, kata Sultan, bukan berarti ia keluar dari Golkar. Sebab, jangankan presiden, banyak gubernur, walikota yang berasal dari Golkar tapi justru diusung partai lain.
“Dia (yang menyatakan Sultan keluar dari Golkar) harus minta maaf. Karena ngomongin orang tidak punya dasar, sudah profesor doktor lagi. Mestinya tunggu setelah Rapimnas PDIP seperti apa, baru komentar,” jelasnya.