Jum'at, 28 Februari 2025

Konflik di Papua Masih Belum Tuntas

Konflik di Papua Masih Belum Tuntas

POLITIK
1 Juni 2009, 05:12 WIB
Cuplik.Com - Jakarta: Pengamat masalah Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Muridan S Widjojo MSi berpendapat munculnya berbagai konflik di Papua karena akar persoalan belum diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah bersama masyarakat Papua.

"Akar konflik di Papua sampai sekarang belum diurus dengan baik yaitu masalah marginalisasi orang Papua, pelanggaran Hak Azasi Manusia dan lainnya," kata Muridan kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Muridan dimintai tanggapannya terkait kasus pendudukan lapangan terbang perintis Kasiepo di Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya oleh kelompok bersenjata sejak 19 Mei lalu.

Menurut dia, tanpa adanya niat baik dan platform yang sama dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk menuntaskan masalah-masalah mendasar orang Papua maka wilayah di ujung timur Nusantara ini tetap akan konflik.

"Stabilitas politik dan keamanan di Papua sangat rapuh. Kejadian-kejadian kecil bisa dipakai untuk sebuah isu politik yang besar. Semua kelompok bisa bermain di Papua," kata Muridan.

Berkaitan dengan kasus pendudukan lapangan terbang perintis Kaisiepo di Memberamo Hilir, Muridan menduga hal itu merupakan dampak dari konflik kepentingan elit politik lokal.

"Kelompok separatis di Papua macam-macam, ada kelompok yang sudah lama, tetapi ada juga yang bisa terbentuk dengan sendirinya dalam waktu kapan saja," katanya.

Dia mengatakan masyarakat Papua sebetulnya sudah jenuh dengan berbagai konflik yang terjadi yang tidak jelas akar persoalannya. Masyarakat Papua, menurut Muridan, menghendaki penyelesaian secara menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang ada di Papua sebagaimana yang terjadi dengan di Nangroe Aceh Darussalam.

"Penyelesaian masalah Papua tidak pernah sampai tuntas seperti di Aceh. Itulah yang membuat Papua menjadi rapuh," katanya.

Agar rakyat Papua bisa menikmati hidup yang aman, Muridan meminta unsur pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Papua harus benar-benar komit untuk menjalankan empat agenda utama Otonomi Khusus (Otsus) yaitu pembenahan yang tuntas sistem pendidikan dasar dan kesehatan yang masih sangat memprihatinkan, dan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan agar rakyat Papua merasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI.

Selain itu, pengusutan dan proses hukum yang fair kepada kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM.

Muridan juga mengingatkan pemerintah dan aparat penegak hukum agar tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan konflik di Papua karena pendekatan seperti itu justru menjadi biang kerok dari berbagai permasalahan yang terjadi di Papua selama ini.

Sebagaimana diketahui, untuk membebaskan lapangan terbang perintis Kaisiepo di Distrik Memberamo Hilir, jajaran Polda Papua telah menyiapkan satu kapal polisi perairan (Polair) dan sejumlah perahu kayu di dekat lokasi kejadian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Jumat lalu mengatakan kapal Polair dipakai sebagai sarana negosiasi antara polisi dengan kelompok bersenjata.

"Kapal Polri itu dilengkapi dengan pengeras suara sehingga dapat dipakai untuk menghimbau warga agar meninggalkan lapangan terbang," katanya.

Sedangkan sejumlah perahu disediakan untuk warga yang bersedia meninggalkan lapangan terbang secara sukarela. Polri, katanya, hingga kini tetap menggunakan upaya persuasif dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat dan pejabat pemerintah setempat.

"Upaya negosiasi telah tiga kali dilakukan dan akan terus diupayakan agar mereka meninggalkan lapangan terbang secara sukarela," ujarnya.

Menurut dia, kendati jumlah warga yang menduduki bandara sekitar 150 orang namun hanya tiga orang yang memiliki senjata api dan diduga sebagai pihak yang menggerakkan warga.

Penulis : Dewo
Editor : Dewo

Tag :

CURHAT RAKYAT

Ikan gurame terbesar sedunia di Bandung

Ikan gurame ini saya pelihara dari seukuran silet hingga besar seperti ini dalam waktu 5 tahun. Ikan gurame ini jenis bastar & berkelamin betina.

Kemenparekraf Gandeng Merry Riana Group Tingkatkan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menjalin kerja sama dengan Merry Riana Group dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif. Kolaborasi ini bermula dari kunjungan Menteri Pariwisata dan E

Workshop Gerabah Sitiwinangun Kabupaten Cirebon

Sitiwinangun adalah nama sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Desa ini sudah lama dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah terbesar dan masih bertahan di wilayah Kabupaten Cirebon. Dapat dikatakan kerajinan gerabah Sitiwi

TERBARU LAINNYA

IKLAN BARIS

Hadir FRENDOT jasa pembuatan stiker, kalender, plakat, cetak ID card dan banyak lainnya lokasi depan RS MM Indramayu
layanan terapi hati ,kesembuhan luka batin,fobia,anxiety ,cemas, hidup sial,tak bahagia ,rezeki seret,psikomatik dan semua yang urusan pikiran ,bisa konsultasi wa 0813 5227 9928 /bang rudy insyaalllah
Ruqyah Islami wilayah Indramayu dan sekitarnya, Hub Ustadz ARI wa 0877-2411-1128
Bakso Goyang Lidah depan Gardu Induk Singajaya, menggoda selera. Kualitas Daging Sapi terjamin.
Jasa Foto / Video Wedding dan Prewedding, Live Streaming Indramayu dan sekitarnya, Harga Terjangkau Kualitas Cemerlang. Cuplik Production WA 081312829503