Secara tegas, Jaksa Agung Hendarman Supandji menolak untuk menghentikan atau mengeluarkan SP3 kasus dua pimpinan KPK nonaktif Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Yang berwenang mengeluarkan SP3 itu adalah Kapolri dan lagi telah ditemukan 21 bukti kuat dalam kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Bibit-Chandra," ujar Jaksa Agung, Senin (9/11), ketika didesak Komisi III untuk mengeluarkan SP3.
Menurut Jaksa Agung, ditemukan 21 bukti kuat dan surat keterangan ahli yang dapat membenarkan dugaan kasus pemerasan Chandra Hamzah terhadap Anggoro. Alat bukti itu tidak dapat direkayasa.
Jika kelak bukti kasus itu ternyata benar dalam proses pengadilan, ini membuktikan bahwa KPK juga bisa dirongrong koruptor. "Ini bisa menjadi bukti bahwa elite KPK juga manusia biasa, yang bisa saja salah," kata Abas Jauhari, dosen sosiologi UIN Jakarta.
Pernyataan Jaksa Agung ini makin membuka mata hati publik bahwa masih ada misteri dengan kasus Bibit-Chandra karena Hendarman menyampaikan, ada 21 bukti kuat dan surat keterangan ahli tersebut. "Tentu pernyataan Jaksa Agung itu tak main-main, dan itu perlu jadi perhatian agar publik tidak mispersepsi," tandas Abas.
Di sini, menjadi masuk akal ketika beberapa kelompok aktivis pro reformasi mulai menggeser agenda. Mereka tidak lagi mendorong dukungan pada Bibit-Chandra. Tapi, mendesak agar kasus Century segera diungkap.
Para aktivis pro reformasi mendesak agar lembaga itu untuk segera mengungkap kasus Century. Persoalan Bibit-Chandra, dianggap sudah masuk ke ranah hukum. Yang diperlukan adalah agar kasus Bibit-Chandra segera dibawa ke pengadilan. Di situ bisa dibuktikan tentang kebenaran klaim-klaim yang selama ini menjadi titik perseteruan KPK-Polri.
Ditambah lagi, saat ini ada Tim 8 yang sudah melakukan berbagai verifikasi terhadap kasus Bibit-Chandra dan konflik kepentingan antara KPK dan Polri. Menurut informasi, target para aktivis ini adalah pengungkapan kasus Century yang disinyalir melibatkan banyak kekuatan politik besar di republik ini. Bibit-Chandra hanya target antara, yang juga dimobilisasi untuk mengalihkan Century Gate. Benarkah?