Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Penasehat Rabithah Alumni Timur Tengah (Rabatt) Sumsel Tol’at Wafa Ahmad, yang didampingi Ketua Umum Rabithah H. Ahmad Soleh Sakni, saat bertemu Setda Pemprov Sumsel Musyrif Suardi di Palembang, Kamis (12/11). Menurutnya, kedatangan mereka ke Pemprov Sumsel itu untuk menindaklanjuti rencana pembangunan rumah daerah Keluarga Masyarakat Sumsel (Kemass) di Kairo, Mesir.
Untuk rumah di daerah itu, pihaknya sudah menawarkan empat pilihan rumah di Kairo kepada Pemprov Sumsel, katanya. Dia mengatakan, pihaknya berharap dari Pemprov setempat untuk melakukan survei ke Kairo guna memilih dari empat rumah yang telah ditawarkan itu.
Menurut Tol'at, harga rumah yang ditawarkan berkisar antara Rp 6 miliar sampai Rp 7 miliar perunit. Dia mengatakan, kalau bisa secepatnya rumah daerah tersebut segera terealisasi sehingga mahasiswa yang berasal dari Sumsel dapat memanfaatkannya.
Jumlah mahasiswa Sumsel yang sekarang sedang menuntut ilmu di Mesir tercatat 300 orang dan sebagian besarnya berada di Kota Kairo. Jumlah mahasiswa Sumsel di Mesir tercatat sebagai jumlah terbesar ke lima secara nasional. Daerah lain di Indonesia seperti Pulau Jawa juga sudah merata memiliki rumah daerah di Kairo, sedangkan kalau untuk Pulau Sumatra yang telah ada adalah Aceh, Riau dan Padang.
Sementara itu, menurut Setda Pemprov Sumsel Musyrif Suardi, pembelian rumah untuk mahasiswa di Kairo tersebut sudah dimasukkan dalam anggaran tahun 2010. "Anggaran dana untuk itu sudah dievaluasi di Depdagri, jadi tidak ada masalah lagi", demikian Suardi.