Mereka mengalami syok dan luka ringan setelah pesawat yang dikendarainya berputar-putar di atas langit bandara selama lebih dari satu jam karena mengalami kerusakan pada roda depan. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 972 seri MD 90 itu membawa 156 penumpang dan 6 awak pesawat dari Bandara Polonia, Medan.
"Mereka (korban) dibawa ke RS Otorita Batam," ujar Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Razali Abubakar di Batam, Senin (23/2/2009) malam.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan identitas keempat penumpang yang dilarikan ke RS belum diketahui. Akibat peristiwa tersebut, dua penerbangan terpaksa dibatalkan. Pesawat Garuda yang rencananya akan terbang ke Jakarta terpaksa dibatalkan dan Linus Air yang sudah terbang dari Pekanbaru menuju Batam terpaksa kembali ke Pekanbaru.
Pembatalan diakibatkan karena kondisi landasan pacu belum steril. Namun, pihak pengelola bandara mengupayakan agar penerbangan bisa normal kembali pada Selasa, 24 Februari.
Pesawat Lion Air dengan co pilot Anuar Heryanto itu terbang dari Bandara Polonia, Medan pukul 16.30 WIB dan seharusnya tiba di Bandara Hang Nadim Batam pukul 17.30 WIB.
Namun karena pesawat mengalami gangguan pada roda depan pada saat hendak medarat, pilot akhirnya menerbangkan kembali pesawat tersebut dengan berputar putar di udara sekitar satu jam lebih. Keputusan ini merupakan cara untuk menghabiskan bahan bakar agar pesawat dapat mendarat dengan aman.