Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, bencana longsor terjadi setelah daerah tersebut, diguyur hujan dari pukul 14.00 WIB siang, hingga berita ini diturunkan kondisi daerah tersebut masih diguyur hujan.
Amblasnya tanah dibawah rel kereta api tersebut ditemukan salah seorang warga setempat bernama Maksum, yang kala itu dirinya pulang dari kebun melintas jalur rel kereta, melihat tanah di bawah jalur rel kereta api sudah terbawa air, karena di bawah rel kereta api tersebut keluar sumber mata air.
Akibat peristiwa alam tersebut rel kereta api menjadi melengkung sepanjang 0.5 meter, karena tidak kuat menahan beban berat kereta Api Lodaya jurusan Solo-Bandung yang sebelumnya melintas sekira pukul 16.30 WIB. Masih beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Saya kaget begitu melintas rel kereta api, tanah di bawah rel kereta api sudah terkikis habis terbawa air, selain itu rel sudah keadaan melengkung," ujarnya.
Untuk sementara, akibat musibah longsor itu perjalanan kereta api yang akan melintas ke jalur selatan, dari arah Bandung tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dialihkan ke jalur utara lewat Cikampek. Sedangkan, kereta api dari arah timur Jawa Tengah, tujuan Bandung dialihkan di daerah Kroya, Kabupaten Cilacap ke Purwokerto, seterusnya lewat jalur utara Cirebon.
Khusus kereta api yang sudah masuk ke jalur selatan Jawa Barat (Bandung), Seperti KA Argowilis dan KA Pasundan, hanya menempuh perjalanan sampai ke Stasiun KA Tasikmalaya. Ratusan penumpang dari dua kereta api itu, dialihkan perjalanannya dengan menggunakan tiga bus tujuan Bandung.
"Para penumpang tidak dipungut bayaran lagi. Mereka langsung naik ke angkutan bus," kata Suwito Kepala Stasiun KA Tasikmalaya.