"Sejak tiga hari belakangan ditemukan telah puluhan ekor ternak ayam warga Desa Koto Majidin ditemukan mati mendadak," kata Soni, warga Koto Majidin yang dihubungi, Jumat (11/2/2011).
Soni (20) peternak ayam kampung ini mengatakan sedikitnya 10 ekor ayam miliknya ditemukan mati mendadak. "Sudah 10 ekor ayam saya mati mendadak, padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Kemungkinannya telah tertular fu burung," katanya.
Selain dirinya, beberapa warga lain yang juga berternak ayam, itik dan bebek juga mengalami hal serupa, namun jumlah ternak unggas mereka yang mati tidak sebanyak miliknya.
Ia mengaku belum melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Peternakan atau ke Dinas Kesehatan setempat, karena ayam-ayamnya yang mati tersebut tidak mati bersamaan tapi dalam waktu yang berbeda-beda.
"Baru saya laporkan hari ini, saya sebelumnya sangsi apakah memang terkena flu burung atau hanya tetelo. Tapi melihat makin banyak saja ayam yang mati maka saya laporkan," ujar Soni.
Pihak Dinas Peternakan melalui Kabid Kesehatan Hewan Aryan, mengaku belum mendapat informasi tentang kejadian adanya ternak unggas yang mati mendadak di Desa Koto Majidin tersebut.
"Kita belum tahu, tapi kalau memang demikian kita akan langsung kirim petugas Kesehatan Hewan (Keswan) guna memeriksa kondisi tersebut. Kita minta warga yang ayamnya mati bisa menyisakan satu ekor bangkai sebagai sampel untuk diuji dokter hewan kita," katanya.