BOJONEGORO, JUMAT - Banjir akibat meluapnya Bengawan Solo di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada hari kedua mulai mengancam ketersediaan pangan jika air tidak segera surut. Hal itu karena sedikitnya 13.558,5 hektar lahan persawahan terendam air dan rusak.
Luasan sawah yang terendam ini diperkirakan lebih dari 13.000 hektar karena pejabat di Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/2), belum berani memperkirakan luasan persawahan yang terendam dan rusak akibat terjangan banjir Bengawan Solo.
”Di Bojonegoro kerugian total belum dikalkulasi. Setiap sektor ada hitungannya dan genangan masih terus berkembang. Kalau surut, bisa dihitung berapa padi yang siap panen tergenang, yang baru tanam berapa. Jalan yang rusak parah berapa,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Johny Nurhariyanto, Jumat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Tuban, Jatim, kemarin, meminta semua kepala desa, camat, dan bupati segera melaporkan jumlah warga yang membutuhkan bantuan. ”Pemprov Jatim siap menyuplai bantuan makanan, sandang, dan obat-obatan. Untuk antisipasi jangka panjang, warga yang tempat huniannya tak lagi layak tinggal harus segera dievakuasi. Pemerintah akan menyiapkan tempat relokasi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jatim memberikan bantuan makanan dan obat-obatan. Tiap kabupaten dan kota yang kebanjiran akan mendapat bantuan beras 100 ton.
Parastuti menyatakan, bantuan logistik dari Presiden juga telah diterima di tiga kecamatan. Kecamatan Rengel menerima 500 paket, Plumpang 200 paket, dan Widang 300 paket. Paket terdiri dari 5 kg beras, 2 kg gula, 1 kg minyak goreng, dan 1 dus mi instan.
Berdasarkan informasi instansi pemerintah kabupaten dan kota di Jateng dan Jatim, luasan sawah yang terendam di Jatim meliputi persawahan di Kabupaten Kediri 150 hektar, Kabupaten Mojokerto (belum tercatat), Kabupaten Ngawi (213,5 hektar), Kabupaten Bojonegoro (8.519 hektar), Kabupaten Gresik (422 hektar), Kabupaten Tuban (3.067 hektar), dan Kabupaten Madiun (463 hektar). Di wilayah Jateng tercatat di Kabupaten Sragen (600 hektar) dan Kabupaten Blora (134 hektar).
Jumlah rumah yang terendam menurut wilayah antara lain Kediri (320 rumah), Mojokerto (3.000 rumah), Lamongan (4.437 rumah di 39 desa), Ngawi (14.634 rumah), Gresik (1.100 rumah), Tuban (7.734 rumah, 33 sekolah, dan 78 tempat ibadah), dan di Bojonegoro hingga Jumat 116 desa masih terendam banjir. Di Kabupaten Blora, Jateng, 1.1821 rumah di sembilan kelurahan terendam dan 620 keluarga mengungsi.
Kerugian lain adalah hancurnya 151 hektar tambak senilai Rp 3 juta per hektar di Gresik dan ratusan hektar tambak senilai Rp 7 miliar di Lamongan. Kerugian lain adalah hanyutnya jaringan pipa air minum milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kediri bernilai Rp 1,1 miliar.
Berdasarkan data di Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Bojonegoro, dari 14.634 rumah yang tergenang banjir, jumlah pengungsi 7.055 jiwa di 33 titik lokasi, termasuk di pinggiran hutan Desa Kanten, Kecamatan Trucuk.
Sawah tergenang seluas 8.519 hektar, sedangkan ladang 1.796 hektar. Banjir juga menggenangi 17 gedung taman kanak-kanak, 70 gedung SD, serta 2 gedung SMP.
Tanggul di Pilangsari Dander, Cangaan, Semambung, Grape, dan Tambakrejo Kanor juga dalam kondisi kritis. Warga bergotong royong berupaya meninggikan tanggul untuk menghambat meluasnya air yang sudah berketinggian 40 sentimeter hingga 1,5 meter. Di Gresik banjir menggenangi 30 desa di Kecamatan Dukun, Bungah, dan Manyar dengan ketinggian air 20-120 sentimeter.
Pipa PDAM
Direktur PDAM Kediri Hendro Yusianto mengungkapkan, banjir bandang telah merusak jaringan pipa transmisi di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Puncu. Akibatnya, sedikitnya 2.500 pelanggan rumah tangga di Puncu tak mendapat pasokan air bersih. Kerusakan serupa terjadi di Kecamatan Ngancar, Kecamatan Pare, dan Kediri bagian barat.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Kediri Eko Setiyono menambahkan, banjir juga merusak ratusan rumah di tiga desa di dua kecamatan, dengan total kerugian Rp 1 miliar. Di Desa Gadungan 1,5 ton jagung yang baru dipanen juga hanyut dan 30 hektar sawah puso di Gampengrejo, bersama ratusan ternak kambing, ayam, dan bebek yang mati tertimbun material banjir.
Di Tuban banjir melanda lima kecamatan, yaitu Widang, Plumpang, Rengel, Soko, dan Parengan, mulai Kamis malam hingga Jumat sore. Ketinggian banjir Bengawan Solo mencapai 8,6 meter atau siaga III. Banjir yang menggenangi 3.067 hektar sawah dan ladang itu, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Parastuti, diikuti dengan kritisnya kondisi sejumlah tanggul yang perlu segera ditinggikan.
Camat Kecamatan Widang Bambang Dwiyono mengatakan, 1.026 permukiman milik warga Kecamatan Widang tergenang luapan Bengawan Solo. Bahkan, sebanyak 250 keluarga di Dusun Jepuro, Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang terisolasi.