Lebih jauh ia menguraikan, yang pantas menyebut santun atau tidaknya itu adalah rakyat. "Yang pantas bilang itu ya rakyat," ujar Guru Besar Universitas Indonesia tersebut, di Jakarta, Minggu (24/7).
Lanjut dia saat diwawancarai, peran SBY saat ini persis seperti Soeharto pada zaman era Orde Baru. Bahkan menurut peneliti LIPI ini, SBY bahkan melebihi Soeharto.
Pasalnya, SBY selain menjadi seorang Presiden, SBY juga menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Politik yang kebetulan hari ini berkuasa, menjadi Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat dan menjadi Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat. "Itu kan melebihi," kata dia.