Musim kemarau menyebabkan sejumlah air irigasi mengalami kekeringan. Hingga Agustus lalu tercatat jumlah lahan di Jawa Barat yang mengalami kekeringan sebesar 35 ribu hektare yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten.
Indramayu merupakan daerah terparah yang mengalami kekeringan. Tercatat seluas 13 ribu hektare lahan pertanian terancam kekeringan akibat kemarau. Lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen seluas 4.800 hektare di antaranya seluas 3.800 hektare berada di Indramayu.
Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat Endang Suhendar mengatakan pihaknya akan mengganti kerugian bagi lahan yang terkena puso. Yaitu sebesar Rp2,6 juta per hektare dan sebesar Rp1,1 juta untuk membantu pengadaan benih dan pupuk bagi petani. Total bantuan sebesar Rp3,7 juta per hektare.