Cuplik.Com - Jakarta - Porsi anggaran untuk sektor Kepemudaan ternyata hanya dialokasikan sekitar 20,72% dari seluruh pos anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang hanya Rp 411,8 miliar yang sebelumnya Rp 532,5 miliar pada 2011.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar, untuk anggaran 2012, pada sektor kepemudaan justru menurun menjadi Rp 411,8 miliar dari Rp1,1 triliun. Jika membandingkan jumlah anggaran dan jumlah pemuda untuk tahun 2011, maka jumlah anggaran untuk tiap pemuda hanya sekitar Rp 6,107/pemuda/tahun.
"Jumlah anggaran tersebut jelas sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah pemuda dan kompleksitas permasalahan yang menghinggapi pemuda sekarang, seperti, gaya hidup yang hedonistis, kenakalan pemuda, angka pengangguran yang tinggi, terjemurus ke dalam penggunaan obat-obatan terlarang, kehidupan free sex dan angka pengangguran yang tinggi jumlahnya," ujarnya, Senin (31/10/11).
Menurutnya, Data BPS mencatat, bahwa angka pengangguran tahun 2008 di kalangan pemuda mencapai 60,5%. Tahun 2011 diperkirakan jumlah pemuda (usia 16-30 tahun) sekitar 62,9 juta. Sementara, data Kemenpora sendiri mencatat sekitar 87,2 juta adalah kalangan pemuda atau sekitar 36% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia.
Selain itu, lanjutnya, dalam UU Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan pasal 13 dinyatakan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda berdasarkan kewenangan dan tanggung jawabnya sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.
"Jelas, bahwa politik anggaran pemerintah di bidang kepemudaan, belum sepenuhnya sesuai dengan amanat undang-undang tersebut. Anggaran seminim itu menunjukkan bahwa Pemerintah tidak berpihak pada kepentingan pemuda," jelas politisi dari fraksi PKS itu.
"Padahal, pemuda punya yang strategis bagi kemajuan bangsa ini. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah memberikan alokasi anggaran yang memadai jika ingin serius mengembangkan dan memberdayakan potensi pemuda," imbuhnya.