"Kemenangan ini membawa harapan bagi penanganan krisis dan pemulihan ekonomi," orasi Park di depan pendukungnya di Seoul. Sebagaimana diketahui, Korea Selatan mengalami pertumbuhan ekonomi yang buruk, jatuh dalam kisaran angka 2 % setelah beberapa dekade berada pada rata-rata 5.5 %.
Dalam pemilihan presiden yang dihelat Rabu kemarin (19/12/2012), jutaan warga Korea Selatan memberikan suaranya dalam suhu yang begitu dingin. Pendukung Park mengenakan syal berwarna merah yang melambangkan warna partai.
Park Geun-hye merupakan putri dari mantan Presiden Korea Selatan tahun 1979, Park Chung-hee, yang meninggal akibat ditembak oleh kepala dinas intelijennya sendiri. Uniknya, Moon Jae-in, lawan dari Park dalam pemilihan presiden ini, merupakan aktivis HAM yang pernah dipenjara Park Chung-hee, saat ayah Park Geun-hye ini berkuasa.
Isu tentang Korea Utara tidak muncul selama masa kampanye, meskipun ada peluncuran roket oleh negeri jiran Korea Selatan itu. Kedua kandidat sepakat untuk berjanji membuat hubungan dengan Korea Utara adalah sahabat, bukan soal rivalitas. Hubungan dua Korea ini diikat oleh perjanjian yang dibuat selama Lee Myung Bak menjabat.
Hari ini Park Geun-hye sedang dilantik. Park disambut gembira oleh Korea Selatan yang mendapatkan pemimpin perempuan pertama dalam sejarahnya. Park merupakan wanita yang tidak menikah dan akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Korea Selatan.