Hal itu disampaikan dalam dialog dengan beberapa warga pedagang dan pengunjung pasar Ciawi, Tasikmalaya, warga mengeluhkan terkait harga karena memberatkan ibu rumah tangga. Terutama untuk gizi anak-anak dan mengelola keuangan untuk membeli kebutuhan hidup. Warga juga mengeluhkan kelangkaan daging sapi.
"Harganya mahal kalau pedagang kecil mah enggak bisa beli untuk diecer lagi," keluh salah satu pedagang kepada Rieke.
Keluhan tersebut juga dirasakan oleh pedagang Bakso, akibat mahalnya daging Sapi, ia berhenti berjualan. Untuk itu para pedagang menitipkan harapan pada pasangan nomer urut lima dalam pilkada Jawa Barat.
"Tolong perjuangkan kami ya bu" pinta seorang pengunjung.
Menanggapi itu, Rieke mengatakan hanya perempuan yang memikirian bagaiamana harga sembako dan daging tidak merangkak naik. "asal ibu-ibu membantu perjuangan saya," kata Rieke sambil.
Rieke menyampaikan, permasalahan itu akan bisa teratasi jika korupsi tidak dilakukan oleh pemimpin daerah, maka sejahtera rakyat Jawa Barat akan tercapai.
"Saya dan kang teten tidak punya catatan korupsi, kami berjanji akan memperjuangkan masyarakat agar anggaran tidak dikorusi". Kata rieke.
Selain itu Rieke juga melakukan sosialisasi tentang manfaat kartu Jabar Bangkit, yang memberi manfaat bagi pendidikan, kesehatan, buruh dan pedagang kecil. Rieke menyampaikan program ini tidak mustahil dilakukan, karena rakyat bayar pajak, maka uang itu akan dikembalikan dalam bentuk fasilitas dalam kartu Jabar Bangkit.