Umar S. Radic, Direktur Institut Analisis Wacana, JW sangat menyesalkan perkataan dan sikap Tatang Sukenda itu.
"Seingat saya pembawa acara dalam "musyawarah" Sabtu kemarin menyebutkan bahwa Juragan Tatang itu memiliki gelar M.Pd, tapi saya tak melihat ada muatan intelektual dalam semua rangkaian kalimatnya kecuali muatan pembenaran atas kebijakan Komite Sekolah terkait biaya pembangunan lantai 3 sekolah serta iuaran bulanan yang sudah disetting terlebih dulu," papar Umar, Senin (26/08/13)
Analis Media ini menenggarai bahwa Komite Sekolah SMP negeri 2 Sindang Indramayu gagal menentukan skala prioritas dalam pendidikan.
"Sebagai seorang Magister dalam pendidikan setidaknya Juragan Tatang ngerti apa itu skala prioritas yang berbicara tentang mana yang penting dan mendesak dan mana yang penting tapi tidak mendesak. Ini mah nyaris terlihat bahwa gelar M.Pd-nya itu sekedar alat legitimasi supaya dia bisa duduk di Komite Sekolah dalam rangka mendapatkan proyek pembangunan, padahal pembangunan lantai 3 itu sama sekali bukan sesuatu yang mendesak," lanjut Umar
Menurut Umar, hanya para diktator yang mengumpulkan gelar atau penghargaan demi kesejahteraan segelintir orang di sekitarnya tetapi abai dengan kemaslahatan publik.
"Coba perhatikan lagi para diktator dalam sejarah, umumnya mereka gagal dalam berlogika sebab segalanya sudah ditentukan terlebih dahulu dan rakyat harus manut agar terhindar dari mekanisme diskriminasi serta intimidasi. Nah, saya berharap agar Komite Sekolah SMP Negeri 2 Sindang Indramayu tidak meniru mereka itu," pungkas Umar