Di tangan Log, grup yang digawangi Roy Jeconiah Isoka Wurangian (vokal), Hubert Henry Limahelu (bas), Farid Martin (drum), dan Andry Franzzy (gitar) ini berharap bisa menemukan identitas dirinya sebagai band rock yang disegani.
"Buat Boomerang, ini momentum untuk kembali bangkit. Kami sama-sama belajar dari peristiwa kemarin. Yang lalu biarlah berlalu. Kami berharap ke depan semua akan menjadi lebih baik," kata Roy dalam acara peluncuran album baru mereka di Score! Cilandak Town Square, Jakarta, Senin (16/3) malam.
Sementara itu, Log menyambut hangat Boomerang berada lagi dalam manajemennya. Meski begitu, ia menampik kabar bahwa ia telah merebut kembali Boomerang dari perusahan rekaman Sony BMG, yang menaungi Boomerang selama delapan tahun. "Bukan tipikal saya untuk merebut. Mungkin karena masalah kekecewaan dengan produser sebelumnya," ujar Log menanggapi kembalinya Boomerang.
Sebagai tanda bersatunya lagi Boomerang dengan Log, band itu merilis album baru berjudul Suara Jalanan. Rencananya, album tersebut akan dirilis ke pasar dalam minggu ini. "Bisa dibilang ini album pertama kami dengan formasi baru," kata Roy lagi, seraya menyebut Andry, gitaris yang sebelumnya pernah bergabung dengan grup rock Powerslaves.
Selepas hengkang dari manajemen Log, Boomerang sempat merilis album Urbanoustic, yang dirilis pada Desember 2004. Album tersebut menjadi album kedua dan terakhir mereka di bawah Sony BMG. Beberapa peristiwa turut mewarnai perjalanan Boomerang kala itu.
Beberapa bulan selepas merilis album tersebut, Boomerang dihadapkan kepada masalah baru. Salah satu personelnya, John Paul Ivan (gitar), memilih pergi lantaran "perbedaan prinsip". Ia kemudian membentuk band baru bersama Bondan Prakoso (bas) dari Funky Kopral dan Cliff (drum).
Dengan album Suara Jalanan, grup yang resmi berdiri pada 8 Mei 1994 dengan nama Lost Angels itu berharap menghadirkan performa dan energi baru. Lewat tangan dingin Log, Boomerang pun berobesesi untuk kembali merengkuh kejayaan.
Album Suara Jalanan berisi 12 lagu, antara lain Hallo Sahabatku, Aurora, Supperior Syndrome, Tetap Bernyanyi, Massa 33, dan Cicak Bin Kadal. Kehadiran Andry memberi warna baru dalam album tersebut. "Secara musikal, kordnya jauh lebih lebar dan jamming-nya jauh lebih hidup," terang Henry.