Ratusan warga pesisir ini turun ke jalan menolak rencana penambangan pasir besi. Sambil membentangkan spanduk, warga melakukan orasi saat rombongan menteri ini melewati mereka.
Aksi penolakan terhadap rencana penambangan ini merupakan aksi yang kesekian kali. Warga yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) ini mulai melakukan penghadangan sejak pagi. Mereka berkumpul di pinggir jalan masuk ke lokasi peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kelautan dan Perikanan di Pelabuhan Tanjung Adikarto yang terletak di muara Sungai Serang, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates.
Ketatnya penjagaan yang dilakukan oleh petugas Polres Kulonprogo bersama dengan Polda DIY membuat upaya massa untuk menembus keamanan ini tertahan.
Dua mobil water cannon dan ratusan polisi huru hara disiagkan di sepanjang jalan masuk. Akibatnya, warga tidak bisa mendekat dan hanya bisa melakukan aksi di sekitar jalan masuk.
Dalam pernyataan sikapnya, PPLP menolak dan minta pembatalan rencana penambangan pasir besi di pesisir selatan Kulonprogo. Mendagri harus segera membuat keputusan bersama presiden untuk pembatalan ini dan mengeluarkan kebijakan yang lebih pro rakyat dan petani.
"Penambangan pasir besi harus dihentikan karena mengancam kelestarian alam, ekonomi rakyat dan budaya petani," ujar salah seorang orator Widodo.
Ketua PPLP Supriyadi, mengatakan aksi ini merupakan aksi damai. Warga tidak mengharapkan adanya bentrokan fisik dengan siapapun.