"Mohon secepatnya Kandepag membuat surat edaran mencabut beredarnya buku tersebut. Karena di dalamnya ada sisipan Wahabi, dan itu sangat berbahaya buat generasi kita," ujar Azun Mauzun, kader muda NU sekaligus anggota DPRD Indramayu dari PKB saat mendatangi kantor Kemenag Indramayu, kemarin (18/9/14).
Desakan kader muda NU yang terdiri dari perwakilan GP Ansor, ISNU, Lakspesdam, dan Gusdurian Indramayu itu serentak menemui kepala Kemenag Indramayu. Pihaknya mengaku pihak Kemenag harus mengikuti ajaran yang sudah ada di daerahnya.
Azun memaparkan, beberapa isi dalam buku tersebut yang paling tampak merupakan ajaran Wahabi salah satunya adalah gagasan tentangmakam para wali itu dianggap berhala modern dan musyrik untuk mengunjungi makam tersebut.
Padahal, lanjutnya, ziarah merupakan ajaran kaum ahlussunnah waljamaah yang selama ini dilakukan oleh para nahdiyin di Indramayu.
"Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi," tegasnya.
Sementara Kepala Kemenag Indramayu, Yayat Hidayat, menyambut baik desakan tersebut, ia menegaskan akan ditindaklanjuti setelah melakukan koordinasi dengan kantor wilayah Kemenag Jawa Barat dan pusat.
"Iya itu buku dari dirjen Pendis Kemenag, ada pernyataan permohonan maaf dari pimpinan kami di pusat, insyaallah buku yang belum beredar kami pending ke depan, yang sudah beredar kami tarik," tandasnya.