"Kejadian ini tepat dengan momentum terkait penentuan AKD, rupanya mungkin sengaja agar konsentrasi kami biar dialihkan ke sini. Tetapi yang paling penting adalah masalah keamanan, anehnya kan tidak ada yang rusak. Saya berkeyakinan dalam waktu cepat polisi bisa menemukan pelakunya. Saya yakin polisi bisa. Kecuali ada sabotase, kalau sabotase berarti dari lingkungan dalam," tutur ketua fraksi PKB, Muhamad Sholihin, Kamis (9/10/14).
Hal itu senada dengan keterangan langsung dari Wakil Ketua DPRD dari PKB, Abas Assafah, ia menjelaskan, hilangnya televisi di ruangannya diketahui sekitar pukul 09.00 WIB Kamis (9/10), padahal saat kemarin (Rabu) sore, posisi masih utuh. Meski begitu, tak ada barang lain yang hilang.
"Kita masuk pintu sudah tak terkunci, saat mau nyalain TV enggak ada. Enggak ada yang rusak," katanya menjelaskan.
Atas kejadian itu, pihak kepolisian Indramayu langsung datang untuk memeriksa TKP, Inafis dikerahkan untuk melakukan investigasi sidik jari di sekitar ruangan tersebut.
"Sementara CCTV masih dilakukan pemeriksaan. Tidak ada yang rusak, kunci pintu masih bener," terang Kapolsek Indramayu, Juharini.
Dari keterangan pihak Inafis ketika memeriksa CCTV, didapati salah satu kamera tidak berfungsi, kamera tersebut tepat di sekitar pintu ruangan wakil ketua fraksi PKB.
Sementara menurut keterangan lain dari sopir pribadi Abbas Asafah, Aliyudin alias Gaok (38) menjelaskan, kondisi saat maghrib masih ada perbaikan kaca di belakang ruangan, hingga menjelang Isya kondisi barang tersebut masih utuh.
"Iya memang sempat ada perbaikan, saat maghrib sampai isya, dan barang masih ada. Ada bekas tapak di kursi dan beberapa barang diobrak-abrik," jelasnya.