Indramayu – Balita berusia 3 (tiga) bulan, yang merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Calim (22) dan Ny. Suemi alias Slamet (17), Warga Desa Pagirikan Pecantilan Rt.21/07 Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu tersebut, sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak, Jumat (21/11/2014).
Balita yang diberi nama Syahid Nurhadi tersebut, kini berusia 3 (tiga) bulan, dimana terlahir dari keluarga yang kurang mampu dan pihak keluargapun sangat mengaharapkan adanya orang orang yang mau peduli terhadap keadaan anaknya tersebut agar dapat segera ditangani secara medis.
Dikatakan Tamin, paman dari (Suemi alias Slamet_red) ibu kandung balita tersebut mengatakan, Suemi sejak kecil sudah tinggal bersama dirinya dikarenakan suemi merupakan anak yatim yang ditinggal mati oleh ibunya dan ayahnya kini sudah memiliki istri baru dan tinggal bersamanya, sehingga sejak kecil Suemi alias Slamet (17) ibu kandung balita tersebut di asuhnya.
“Kasihan mas, ibunya si bayi sudah di tinggal mati ibunya, dia tinggal bersama saya sejak masih kelas tiga SD,”jelas Tamin,kepada wartawan, Jumat (21/11).
Lanjut Tamin, kini Suemi telah berkeluarga dan memiliki anak pertamanya (Syahid Nurhadi_red) yang terkena Hydrocephalus, dikarenakan masih keluarga yang baru menikah maka mereka belum memiliki rumah atau tempat tinggal sendiri, oleh karenanya saat ini pihaknya sangat membutuhkan biaya ataupun bantuan dari orang orang yang peduli, terhadap keadaan balita tersebut sehingga dia dapat ditangani secara medis.
“kami sudah mentok mas, gak tahu harus kemana lagi meminta bantuan, semoga saja secepatnya ananda Syahid bisa ditangani secara medis, mengingat biaya juga yang tentu tidak sedikit, oleh karenanya kami meminta bantuan kepada siapapun yang peduli,kami mohon mas bantu kami,” Pinta Tamin sambil menitikan air matanya kepada wartawan, Jumat (21/11/2014).
Sementara ditempat terpisah, Haris R Setiawan, Sekretaris LSM Yayasan Silaturrahmi Indramayu Bersatu (Yasib) mengatakan, pihaknya bersama segenap jajaran pengurus pernah melakukan kunjungan ke tempat balita tersebut dan kondisinya memang sangat memperihatinkan, pihaknya juga akan melakukan pendampingan agar balita Syahid Nurhadi (3) bulan, yang terkena hydrocephalus tersebut dapat segera ditangani secara medis, namun demikian, dirinya berharap ada pihak lainnya juga yang turut adil dalam upaya pengobatannya tersebut.
“Memang kondisi pasien sangat memperihatinkan, kluarganya juga berharap agar ada yang mau membantunya, siapapun para dermawan terutama instansi pemerintahan baik Pemda maupun pusat kiranya agar benar benar peduli dan dapat membantunya,” Ujar Haris, saat ditemui di kantornya di Indramayu. Jumat (21/11) siang.
Lanjut Haris, terkait dengan sumberdana kompensasi bagi masyarakat yang membutuhkan dikatakannya, bahwa untuk saat ini sumberdana yang didapat dari lembaganya tersebut, hasil dari para donatur yang telah ikhlas menyisihkan dan menitipkan sedikit hartannya serta hasil penggalangan dana dari para anggota maupun member serta masyarakat yang peduli, melalui lembaga yang dikelolanya tersebut.
kemudian setelah terkumpul dana tersebut di salurkan (diserahkan) secara langsung kepada masyarakat Indramayu khususnya, yang benar benar membutuhkan, namun demikian untuk saat ini ada keterbatasan dana karena memang lembaganya tersebut masih baru dan belum memiliki banyak donatur tetap , seperti halnya lembaga social lainnya yang sudah lama berkembang di Indonesia.
“Sumber dana kami dari masyarakat yang peduli yang sudah menyalurkan bantuannya melalui rekening kami, di nomor Rek. BRI. Unit Majakerta. 4200-01-002867-53-9. Atas nama CBO Permata Ayu,”sebutnya.
Masih menurut Haris, terkait dengan keadaan balita Syahid Nurhadi (3 bulan), Haris mengatakan, lembaganya yang juga bisa dikatakan sebagai mitra pemerintah, diakui pihaknya juga telah menyampaikan hal ini kepada pemda, melalui kontak media jejaring sosial dan by phone, agar bisa melanjutkan kepada pihak terkait baik pihak Camat, dan Kuwu setempat agar kiranya pasien maupun keluarganya mendapat perhatian dan bantuan sesegera mungkin agar pasien bisa ditangani secara medis.
“Kami yang juga bisa dikatakan sebagai mitra pemerintah, terkait hal ini telah kami sampaikan juga kemaren melalui kontak media Jejaring sosial maupun by phone, ya mudah mudahan ananda Syahid bisa segera ditangani,” tutupnya.